Hari Ini: Umat Katolik Renungkan Kasih Tuhan, Panggilan Saksi

Andi B. · 2 min baca · 13 jam lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Hari Ini: Umat Katolik Renungkan Kasih Tuhan, Panggilan Saksi

Gambar atau konten salah?

Hari ini, 11 Juni 2026, umat Katolik mengajak diri untuk merenungkan kasih Tuhan yang terus mengurus dan mengutus setiap orang. Renungan harian ini menyoroti bagaimana Yesus tidak hanya memperhatikan kebutuhan rohani, tetapi juga memanggil kita menjadi saksi kasih.

Berikut bacaan liturgi hari ini:

Bacaan I: Kisah 11:21b-26;13:1-3

Majelis Tanggapan: Mazmur 98:2-3ab,3c-4,5-6

Bacaan Injil: Matius 10:7-13

Bacaan pertama membawa kita ke peristiwa di Yerusalem, di mana tangan Tuhan menyertai orang-orang yang percaya. Mereka menjadi saksi bagi jemaat di Yerusalem, yang kemudian mengutus Barnabas ke Antiokhia. Barnabas, seorang yang penuh Roh Kudus dan iman, menasihati jemaat agar tetap setia kepada Tuhan. Ia membawa Saulus, yang kemudian dikenal sebagai Paulus, ke Antiokhia. Di sana, jemaat tinggal bersama selama satu tahun, mengajar banyak orang. Pada saat itu, nama pertama “Kristen” muncul di Antiokhia.

Selama ibadah dan puasa, Roh Kudus berkata: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Setelah berdoa dan meletakkan tangan, mereka membiarkan keduanya pergi. Peristiwa ini menegaskan bahwa panggilan Tuhan tidak pernah terlewatkan, bahkan ketika manusia masih ragu.

Majelis tanggapan melalui Mazmur 98 menegaskan bahwa Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang berasal dari-Nya, dan mengungkapkan keadilan-Nya di depan bangsa-bangsa. Mazmur ini mengajak semua orang di bumi untuk bersorak-sorai, bermazmur, dan memuji Raja yang Maha Besar.

Bacaan Injil, Matius 10:7-13, memanggil kita untuk “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” Yesus menegaskan bahwa kerajaan tersebut tidak diukur dengan kekayaan atau persenjataan, melainkan dengan kasih. Ia mengajarkan bahwa kita harus menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, menahirkan yang kusta, dan mengusir setan. Semua itu diberikan secara cuma-cuma, sehingga kita juga harus memberi tanpa mengharapkan balasan.

Dalam konteks dunia yang penuh krisis—pangan, energi, ekonomi, serta bencana alam—kita sering mengaitkan “Kerajaan Sorga sudah dekat” dengan akhir dunia. Namun, Yesus menekankan bahwa tanda kerajaan itu muncul melalui perbuatan kasih. Ketika kita menyembuhkan, menahirkan, dan membangkitkan, kita menampilkan kasih Tuhan di bumi.

Renungan pribadi mengingatkan saya tentang ketidakpastian yang mengganggu keluarga. Ketika berita bencana melanda, rasa takut dan panik muncul. Namun, melalui firman ini, saya belajar bahwa panggilan kita adalah untuk menyebarkan perdamaian, memberi pengampunan, dan membantu yang membutuhkan. Dengan melakukan tindakan kasih, kita dapat membawa “suasana surga” bagi orang di sekitar.

Doa penutup mengajak kita untuk tetap taat dan setia, menyampaikan kabar sukacita keselamatan, serta mensyukuri rahmat dan kasih karunia Tuhan. “Ya, Tuhan terima kasih akan sapaan-Mu melalui renungan Firman pada hari ini.” Dengan doa ini, kita menegaskan komitmen untuk melayani dan mewartakan kabar sukacita.

Renungan harian ini menegaskan bahwa Yesus terus mengurus, membimbing, dan memelihara umat-Nya. Ia juga mengutus setiap orang menjadi saksi kasih, membawa kabar sukacita, dan melayani sesama sesuai panggilan. Melalui bacaan hari ini, kita diingatkan bahwa panggilan Tuhan tidak pernah terlewatkan, dan setiap tindakan kasih adalah wujud kerajaan Sorga di bumi.

Kerajaan SorgaBarnabasPaulusAntiokhiaRoh Kudusperbuatan kasihrenungan harian

Komentar

Memuat komentar...