Baku Tembak Iran-AS di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar

Yuli S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Baku Tembak Iran-AS di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar

Gambar atau konten salah?

Suasana di Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat penting bagi pasokan energi dunia, kembali memanas. Kali ini, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terlibat baku tembak dengan pasukan militer Amerika Serikat (AS).

Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan pada Rabu, 15 Juli 2026, bahwa rentetan ledakan terdengar di Bandar Abbas, kota-kota pesisir, dan pulau-pulau Iran akibat bentrokan tersebut. Laporan serupa juga datang dari Mehr News Agency, yang menyebutkan ledakan terdengar di sebelah timur Sirik. Suara ledakan itu dikaitkan dengan baku tembak di perairan Teluk di dekat wilayah tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung dari pihak AS terkait laporan baku tembak di Selat Hormuz. Laporan-laporan dari media pemerintah Iran ini muncul di tengah gelombang ledakan terbaru yang melanda sejumlah lokasi di wilayah Iran bagian selatan. Kondisi ini terjadi seiring dengan meningkatnya konfrontasi militer antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain, Komando Pusat AS atau CENTCOM baru saja mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangkaian serangan tambahan terhadap target-target Iran. CENTCOM, yang bertugas mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan rentetan serangan terbaru itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Tidak lama setelah pengumuman itu, CENTCOM menyatakan bahwa pasukan militer AS telah kembali menerapkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintas dari dan menuju pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Disebutkan juga bahwa lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer kini sedang beroperasi di berbagai kawasan Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz sebenarnya sudah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua negara saling melancarkan serangan, meskipun ada nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan dan bertujuan untuk mengakhiri konflik. Nota kesepahaman itu tampaknya belum mampu meredakan situasi yang semakin genting di jalur perairan strategis tersebut.

Selat HormuzIranASbaku tembakmiliterblokade lautketegangan

Komentar

Memuat komentar...