Badung Tinggalkan Tapping Box, Beralih ke Web Service
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Badung resmi meninggalkan sistem tapping box untuk mengawasi transaksi pajak. Kini mereka beralih ke sistem web service yang terhubung langsung dengan pihak ketiga. Langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak manipulasi data transaksi. Sekaligus menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan sistem baru ini lebih efektif. "Sistem internal pemerintah bisa langsung tertanam dan terkoneksi dengan sistem transaksi wajib pajak. Sehingga ini memperkecil peluang manipulasi data," ujarnya saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Bandung di Pusat Pemerintahan Badung, Selasa 14 Juli 2026.
Integrasi teknologi ini nantinya diperkuat dengan rencana kerja sama strategis. Pemkab Badung akan menggandeng platform digital global seperti Airbnb dan Traveloka. Data agregat dari kedua platform itu akan digunakan pemerintah untuk memvalidasi data riil pemesanan kamar hotel dan kunjungan wisatawan secara akurat.
"Jika kerja sama dengan platform digital ini berjalan, kami bisa memegang data akurat mengenai siapa saja yang memesan dan di hotel mana mereka menginap. Besoknya, tim penetapan dan verifikasi lapangan tinggal mencocokkan data tersebut saat melakukan audit. Jika ada ketidaksesuaian, kita bisa langsung ambil tindakan tegas," tambah Adi Arnawa.
Sistem baru ini diharapkan memberi efek psikologis positif. Wajib pajak di Badung diharapkan lebih jujur dan taat dalam melaporkan kewajibannya. Tapi Adi Arnawa mengingatkan satu hal. Keberhasilan sistem tetap bergantung pada integritas para petugas pajak di lapangan.
"Kunci utama dari optimalisasi pendapatan daerah ini bukan hanya pada sistem, tetapi kembali kepada mentalitas para petugas di lapangan. Kita harus tegas terhadap segala bentuk potensi penyimpangan," tegas Adi Arnawa di hadapan rombongan Pemkab Bandung yang dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Kunjungan kerja Pemkab Bandung ke Badung ini punya tujuan spesifik. Mereka ingin mempelajari langsung kebijakan peningkatan PAD dan pemanfaatan aplikasi web service oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Pihak Pemkab Bandung mengakui potensi pajak di wilayah mereka sangat besar. Tapi belum tergarap secara maksimal.
"Mudah-mudahan dengan studi tiru ini, Pemkab Bandung bisa meningkatkan potensi PAD secara maksimal dengan menerapkan aplikasi web service," ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Dari kunjungan ini terlihat bahwa Kabupaten Bandung serius mengejar ketertinggalan dalam pengelolaan pajak daerah. Mereka menjadikan Badung sebagai contoh karena sistem web service yang diterapkan dinilai mampu menekan kebocoran pendapatan. Sementara bagi Badung sendiri, kerja sama dengan platform digital global seperti Airbnb dan Traveloka menjadi langkah berikutnya untuk memperkuat validasi data transaksi pariwisata yang selama ini sulit diawasi secara manual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
