Badung Tinggalkan Tapping Box, Beralih ke Web Service

Eko P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Badung Tinggalkan Tapping Box, Beralih ke Web Service

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Badung resmi meninggalkan sistem tapping box untuk mengawasi transaksi pajak. Kini mereka beralih ke sistem web service yang terhubung langsung dengan pihak ketiga. Langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak manipulasi data transaksi. Sekaligus menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan sistem baru ini lebih efektif. "Sistem internal pemerintah bisa langsung tertanam dan terkoneksi dengan sistem transaksi wajib pajak. Sehingga ini memperkecil peluang manipulasi data," ujarnya saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Bandung di Pusat Pemerintahan Badung, Selasa 14 Juli 2026.

Integrasi teknologi ini nantinya diperkuat dengan rencana kerja sama strategis. Pemkab Badung akan menggandeng platform digital global seperti Airbnb dan Traveloka. Data agregat dari kedua platform itu akan digunakan pemerintah untuk memvalidasi data riil pemesanan kamar hotel dan kunjungan wisatawan secara akurat.

"Jika kerja sama dengan platform digital ini berjalan, kami bisa memegang data akurat mengenai siapa saja yang memesan dan di hotel mana mereka menginap. Besoknya, tim penetapan dan verifikasi lapangan tinggal mencocokkan data tersebut saat melakukan audit. Jika ada ketidaksesuaian, kita bisa langsung ambil tindakan tegas," tambah Adi Arnawa.

Sistem baru ini diharapkan memberi efek psikologis positif. Wajib pajak di Badung diharapkan lebih jujur dan taat dalam melaporkan kewajibannya. Tapi Adi Arnawa mengingatkan satu hal. Keberhasilan sistem tetap bergantung pada integritas para petugas pajak di lapangan.

"Kunci utama dari optimalisasi pendapatan daerah ini bukan hanya pada sistem, tetapi kembali kepada mentalitas para petugas di lapangan. Kita harus tegas terhadap segala bentuk potensi penyimpangan," tegas Adi Arnawa di hadapan rombongan Pemkab Bandung yang dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Kunjungan kerja Pemkab Bandung ke Badung ini punya tujuan spesifik. Mereka ingin mempelajari langsung kebijakan peningkatan PAD dan pemanfaatan aplikasi web service oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Pihak Pemkab Bandung mengakui potensi pajak di wilayah mereka sangat besar. Tapi belum tergarap secara maksimal.

"Mudah-mudahan dengan studi tiru ini, Pemkab Bandung bisa meningkatkan potensi PAD secara maksimal dengan menerapkan aplikasi web service," ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Dari kunjungan ini terlihat bahwa Kabupaten Bandung serius mengejar ketertinggalan dalam pengelolaan pajak daerah. Mereka menjadikan Badung sebagai contoh karena sistem web service yang diterapkan dinilai mampu menekan kebocoran pendapatan. Sementara bagi Badung sendiri, kerja sama dengan platform digital global seperti Airbnb dan Traveloka menjadi langkah berikutnya untuk memperkuat validasi data transaksi pariwisata yang selama ini sulit diawasi secara manual.

pajaksistem web servicePADmanipulasi dataAirbnbTravelokavalidasi data

Komentar

Memuat komentar...