Rabu Pon Pujut: Hari Baik ke Utara, Tanam Buah
Gambar atau konten salah?
Pada Rabu, 15 Juli 2026, yang bertepatan dengan Buda Pon Pujut, kalender Bali memberikan panduan mengenai hari baik dan buruk. Masyarakat Hindu di Bali biasa menggunakan perhitungan ini untuk menentukan waktu yang tepat dalam menjalankan berbagai kegiatan adat dan upacara keagamaan.
Berdasarkan data dari kalenderbali.org, ada beberapa kategori yang perlu diperhatikan. Catur Laba dinilai baik untuk bepergian ke arah utara, serta melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Kategori ini memiliki tingkat kealahan dewasa 4. Cintamanik dengan alahing dewasa 3 cocok digunakan untuk upacara potong rambut.
Untuk urusan pertanian, Kajeng Rendetan (alahing dewasa 2) baik untuk menanam tanaman yang menghasilkan buah. Sementara itu, Kala Gumarang Turun (alahing dewasa 4) cocok untuk menanam sirih dan tembakau, namun tidak dianjurkan untuk pembuatan bibit. Sebaliknya, Kala Mereng (alahing dewasa 3) justru tidak baik untuk bercocok tanam.
Ada juga Pepedan yang baik untuk membuka lahan pertanian baru, tetapi tidak disarankan membuat peralatan dari besi. Rangda Tiga (alahing dewasa 3) tidak baik untuk upacara pernikahan. Titibuwuk (alahing dewasa 3) baik untuk menghilangkan penyakit akibat guna-guna, namun tidak baik memulai pekerjaan penting, bepergian, atau membuat tangga. Uncal Balung (alahing dewasa 3) menyarankan untuk tidak melakukan pekerjaan penting apa pun.
Perhitungan lainnya mencakup Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, dan Pratiti: Upadana. Semua ini menjadi acuan bagi masyarakat yang masih memegang tradisi kalender Bali dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Intinya, hari ini ada beberapa kegiatan yang didukung oleh perhitungan dewasa, seperti bepergian ke utara atau menanam tanaman buah. Namun, ada juga larangan, terutama untuk bercocok tanam dan memulai pekerjaan penting. Masing-masing kategori memiliki bobot kealahan yang berbeda, menunjukkan tingkat pengaruhnya terhadap kegiatan yang dilakukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
