Balita di Ciamis Selamat, Kepala Tersangkut Kaleng Biskuit

Dedi S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Balita di Ciamis Selamat, Kepala Tersangkut Kaleng Biskuit

Gambar atau konten salah?

Suasana kumpul keluarga di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, berubah tegang pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Seorang balita perempuan bernama Naima, yang baru berusia dua tahun, mengalami kejadian yang tidak biasa. Kepalanya tersangkut di dalam sebuah kaleng biskuit kosong, dan kaleng itu tidak bisa dilepaskan.

Kejadian bermula ketika Naima asyik bermain sambil menonton ponsel. Ibunya, Riska (44), menceritakan bahwa anaknya awalnya terlihat tenang memegang gawai. Namun, rasa ingin tahu yang khas pada anak seusianya membuat Naima mulai iseng dengan sebuah kaleng kosong yang ada di dekatnya.

"Awalnya lagi ngumpul, si anak tuh lagi pegang HP. Mungkin dia merasa jenuh, ada kaleng kosong dimasukkin," kata Riska mengingat momen sebelum kepanikan terjadi.

Riska menjelaskan, Naima sempat memasukkan ponselnya ke dalam kaleng, lalu mengeluarkannya kembali. Tanpa disangka, kaleng kosong itu justru ia pasangkan ke kepalanya sendiri. Awalnya, keluarga mengira kaleng tersebut akan mudah dilepas.

"Udah gitu, udah dimasukkin dikeluarkan lagi, si kalengnya dimasukkin ke kepala. Kirain aku teh itu teh bisa keluar, makanya gak langsung dibuka. Udah lama-lama dibuka, kok ini gak bisa, gitu," ujarnya.

Upaya pertolongan pertama pun dilakukan sendiri oleh keluarga. Riska mencoba menarik kaleng tersebut. Ia bahkan sempat menggunakan gunting untuk memotong pinggiran kaleng. Namun, bahan kaleng yang keras dan posisinya yang menjepit membuat usahanya tidak membuahkan hasil. Naima mulai menjerit kesakitan.

"Udah dicoba digunting dari atas, masih gak bisa dibuka," kata Riska. "Iya, kesakitan. Kan saya coba keluarin, itunya (kaleng) kan gak bisa."

Di tengah kepanikan, Riska teringat pada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). "Terus aku keingetan, kenapa gak nelpon Damkar ya?" ucapnya. Untungnya, seorang tetangga yang lewat membantu memberikan nomor kontak darurat petugas.

Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan laporan masuk sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis langsung bergerak menuju lokasi dengan satu unit kendaraan pancar dan peralatan khusus seperti gerinda mini, gunting, dan tang.

"Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng, lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut," ujar Budi pada Rabu, 8 Juli 2026.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena Naima terus menangis dan posisi kaleng benar-benar mengunci rapat di area kepala. Sedikit saja kesalahan bisa berakibat luka serius pada balita tersebut.

"Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak," tutur Budi.

Setelah berjuang selama kurang lebih 20 menit, usaha petugas berhasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng biskuit tersebut akhirnya bisa dilepaskan. Meskipun ada bekas kemerahan di kepala Naima akibat jepitan kaleng, balita itu dipastikan selamat tanpa luka terbuka.

"Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama," kata Budi.

Riska pun merasa lega melihat anaknya kembali ceria. "Ada yang bekasnya tadi dibuka, merah-merah ininya (kepala)," jelas Riska.

Atas kejadian ini, Damkar Ciamis mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak yang terlihat sepele namun berisiko tinggi.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani," pungkas Budi.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa benda sehari-hari seperti kaleng kosong bisa menjadi sumber bahaya bagi balita. Rasa ingin tahu anak yang tinggi, ditambah dengan kurangnya pengawasan sesaat, dapat berujung pada situasi darurat. Peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah insiden serupa. Keberadaan petugas pemadam kebakaran yang sigap juga menjadi faktor krusial dalam penanganan kasus seperti ini, di mana pertolongan cepat dan tepat sangat dibutuhkan.

balitakepala tersangkut kalengpemadam kebakaranevakuasiimbauan orang tuabahaya benda sepelekaleng biskuit

Komentar

Memuat komentar...