11 Galon Berisi Uang Dolar Disita dari Rumah Eks Pejabat Irak
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Irak tengah menjalankan operasi pemberantasan korupsi berskala besar yang diberi nama Solat al-Fajr. Operasi ini didukung dengan perubahan dasar hukum yang memungkinkan proses penangkapan dan pemeriksaan tersangka berjalan lebih cepat. Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah penyelidikan terhadap Adnan Al-Jumaili, mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengolahan.
Yang membuat kasus ini unik — sebagian uang hasil korupsi ditemukan disembunyikan di dalam galon air. Penyidik menyita 11 galon air berisi uang dolar AS dari rumah Al-Jumaili di kota Tikrit, Provinsi Salahuddin. Jumlah pasti uang dalam galon itu awalnya tidak diumumkan. Namun menurut laporan Anadolu Agency, totalnya mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 359,96 miliar (dengan kurs Rp 17.998 per dolar AS).
Selain uang tunai, aparat juga menemukan 5 kilogram perhiasan emas di kediaman mantan pejabat Irak itu. Supreme Judicial Council (SJC) Irak menyatakan, "Uang tersebut ditemukan dalam galon air plastik yang disembunyikan di dalam rumah terdakwa di Tikrit."
Belum selesai sampai di situ. Hakim investigasi dari Pengadilan Kriminal Pusat Irak untuk Pemberantasan Korupsi memerintahkan penyitaan tambahan sebesar 25 miliar dinar Irak (setara sekitar US$ 19 juta) dan US$ 1 juta dalam bentuk tunai. Jika digabung dengan temuan sebelumnya, total aset yang sudah disita dalam kasus Adnan Al-Jumaili kini mencapai 127 miliar dinar Irak (sekitar US$ 97 juta) dan US$ 24 juta dalam bentuk tunai. Angka itu belum termasuk properti, kendaraan, dan emas yang juga ikut disita.
Penyelidikan masih berjalan. SJC Irak menegaskan, "Penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang terus mengejar tersangka lain hingga semua prosedur hukum selesai."
Operasi anti-korupsi ini menunjukkan skala kerugian negara yang besar. Dari satu kasus saja, penyitaan mencapai miliaran rupiah dalam berbagai bentuk aset — uang tunai, emas, properti, dan kendaraan. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai total nilai seluruh aset yang disita atau berapa banyak tersangka lain yang diburu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
