FIFA Tolak Banding Kartu Kuning Olise, Ancaman Buat Prancis
Gambar atau konten salah?
FIFA secara resmi menolak banding yang diajukan tim nasional Prancis terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise. Keputusan ini membuat sang winger harus bermain sangat hati-hati saat menghadapi Maroko di babak perempatfinal Piala Dunia 2026.
Kartu kuning itu didapat Olise saat Prancis bertemu Paraguay di babak 16 besar. Wasit menilai Olise menampar wajah pemain lawan, Matias Galarza. Namun, dari tayangan ulang, terlihat Olise hanya memegang baju Galarza. Banyak pihak menganggap keputusan wasit terlalu keras dan tidak pantas.
Prancis kemudian mengajukan banding agar kartu kuning tersebut dibatalkan. Harapan mereka sempat muncul setelah FIFA mencabut kartu merah yang diterima striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Tapi nasib berbeda menimpa Olise.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi kabar ini. "Kartu kuning Olise tidak jadi dicabut. Itu keputusan FIFA dan kami menerimanya pagi ini. Banding ditolak," ujar Deschamps seperti dikutip The Athletic.
Akibatnya, Olise tetap membawa satu kartu kuning saat melawan Maroko pada Jumat, 10 Juli 2026 dini hari WIB. Jika ia kembali mendapat kartu kuning di laga itu, ia otomatis absen di babak semifinal. Ini menjadi ancaman serius karena Olise adalah pemain kunci Prancis di turnamen ini. Ia mencatatkan lima assist, terbanyak di antara semua pemain di Piala Dunia 2026.
Prancis harus menghadapi Maroko tanpa keleluasaan penuh di lini serang. Olise harus bermain disiplin agar tidak kehilangan kesempatan tampil di laga berikutnya. Keputusan FIFA ini menjadi pukulan bagi tim yang tengah melaju kencang di turnamen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
