Bamsoet Tegaskan Pengukuhan PERIKHSA 4x4 Komunitas Jakarta

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 122 dibaca
Bisik.id
Bamsoet Tegaskan Pengukuhan PERIKHSA 4x4 Komunitas Jakarta

Gambar atau konten salah?

Bambang Soesatyo—yang lebih dikenal dengan sebutan Bamsoet—menegaskan kepengurusan komunitas PERIKHSA 4x4 COMMUNITY pada acara Halal Bihalal PERIKHSA di Parle Senayan, Jakarta. Komunitas ini menggabungkan dua hobi: mobil off‑road 4x4 dan kepemilikan IKHSA (Izin Khusus Senjata Api Bela Diri).

Acara tersebut menandai momen penting bagi para pemilik Jeep 4x4 yang juga memegang izin senjata. Bamsoet menekankan bahwa pengukuhan pengurus menjadi titik awal untuk mempererat sinergi antara otomotif, disiplin senjata, serta solidaritas nasional dan bela negara.

Di antara para pengurus yang hadir, terlihat nama-nama besar: Hadi Tjahjanto, mantan Panglima TNI dan Ketua Dewan Pembina; Aboe Bakar Al Habsy, Ketua Dewan Penasehat; Nanan Soekarna, Komjen Pol (Purn.); Hercules Rosario Marshal dan Sonny Harsono, wakil Dewan Penasehat; Malik Bawazier, Presiden PERIKHSA 4x4; serta Aldwin Rahadian, Presiden PERIKHSA Riders. Para pengurus lainnya turut hadir, menambah kekuatan jaringan komunitas.

Bamsoet menyatakan, “Pengukuhan PERIKHSA 4x4 COMMUNITY harus dimaknai sebagai upaya menyatukan hobi dengan tanggung jawab. Off road melatih ketangguhan, sementara kepemilikan senjata api bela diri menuntut disiplin tinggi. Keduanya harus berjalan seiring dalam koridor etika dan profesionalisme,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan, “Karena pemilik izin khusus senjata api ini juga masuk dalam kategori warga negara yang terlatih yang harus siap berada di garda terdepan bersama masyarakat lainnya, menghadapi musuh dari luar yang hendak merongrong kedaulatan negara.”

Sebagai Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bamsoet menjelaskan bahwa kehadiran PERIKHSA 4x4 COMMUNITY membawa dimensi baru bagi dunia otomotif nasional. Ia mengamati, “Di tengah pertumbuhan komunitas off road dalam satu dekade terakhir, muncul kebutuhan untuk menghadirkan nilai lebih dari sekadar hobi. Off road selama ini identik dengan kendaraan sport dan aktivitas otomotif ekstrim, namun belum sepenuhnya terintegrasi dengan agenda sosial yang lebih luas.”

“Karena itu, PERIKHSA 4x4 COMMUNITY harus hadir membawa paradigma baru. Komunitas ini harus mampu membuktikan bahwa hobi ekstrem bisa menjadi sarana pembentukan karakter, solidaritas, sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bamsoet menjelaskan bahwa PERIKHSA sebagai organisasi induk menerapkan standar ketat dalam kepemilikan senjata. Proses seleksi mencakup psikologi, kesehatan, dan pelatihan penggunaan yang bertanggung jawab. Ia menegaskan, “Penggunaan senjata api bela diri bukan simbol status. Ini adalah amanah yang harus dijaga dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran hukum yang tinggi. Nilai‑nilai ini juga harus tercermin dalam aktivitas komunitas PERIKHSA 4x4.”

Ia juga menyoroti pentingnya semangat brotherhood lintas komunitas. “Solidaritas dalam komunitas otomotif dan olahraga menembak dapat menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi tantangan sosial ke depan,” kata Bamsoet. Ia menutup dengan, “Spirit brotherhood yang terbangun di PERIKHSA, termasuk di PERIKHSA 4x4 COMMUNITY, adalah modal sosial yang sangat kuat. Ini bisa menjadi perekat persatuan sekaligus sarana membangun karakter kebangsaan.”

Dengan pengukuhan ini, PERIKHSA 4x4 COMMUNITY menegaskan komitmennya untuk menggabungkan hobi ekstrem dengan tanggung jawab sosial. Komunitas ini menargetkan integrasi nilai disiplin, solidaritas, dan kesiapsiagaan, sekaligus memupuk rasa kebangsaan melalui aktivitas otomotif dan pelatihan senjata yang teratur.

PERIKHSA 4x4 COMMUNITYBamsoetmobil off‑road 4x4IKHSAsenjata api bela dirisolidaritaskebangsaan

Komentar

Memuat komentar...