Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa

Rudi H. · 2 min baca · 4 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa

Gambar atau konten salah?

Bandara Husein Sastranegara di Bandung kini menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana reaktivasi bandara yang terletak di pusat kota. Sejak 2023, semua penerbangan terjadwal resmi dipindahkan ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, namun keputusan ini membuka pintu bagi bandara lama kembali beroperasi.

Menurut Djoko Setijowarno, seorang pengamat transportasi, reaktivasi bandara ini layak dipertimbangkan. Ia menekankan bahwa penerbangan dari Husein sebaiknya difokuskan pada rute luar Pulau Jawa. “Seandainya mau reaktivasi, nanti penerbangannya jangan untuk rute di dalam Jawa. Ke luar Jawa saja. Kalau rute dalam Jawa sekarang tiketnya mahal, orang cenderung naik kereta atau jalan tol, jadi arahkan ke luar Jawa, umpamanya Bandung-Medan atau ke Malaysia,” ujarnya pada 02 Juni 2026.

Djoko menjelaskan bahwa penerbangan antarkota di Pulau Jawa kini kurang kompetitif. Masyarakat memiliki banyak pilihan transportasi lain seperti kereta api dan jalan tol. Sebaliknya, rute luar Jawa dan internasional masih memiliki potensi pasar yang besar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Bandara Husein memiliki keterbatasan. Landasan pacu tidak dapat diperpanjang lagi, menempati batas maksimal 2.600 meter.

“Intinya, runway Bandung tidak bisa diperpanjang lagi, sudah mentok di 2.600 meter,” tegas Djoko. Ia menilai bahwa reaktivasi tidak boleh menghambat upaya pengembangan Kertajati. Pemerintah tetap perlu mendorong perpindahan penerbangan secara bertahap ke bandara di Majalengka.

Di sisi lain, Irman Fathurrahman, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (LANUD) Husein Sastranegara, menegaskan bahwa fasilitas bandara masih layak. Ia hanya menekankan perlunya perbaikan tata kota dan akses menuju bandara. “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun ke bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses dari jalan Tol Pasteur hingga masuk ke kawasan bandara,” jawab Irman.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut mengusulkan akses baru dari Exit Tol Pasteur menuju kawasan PTDI. Ia berharap solusi ini dapat mempermudah akses ke bandara ketika reaktivasi terealisasi. “Jadi jalan arah keluar tol melalui PTDI langsung ke bandara. Pokoknya mah yang dari Pasteur tuh sebelum gerbang tol, belok kiri, itu kan melalui kompleks TNI AU, itu akan dibuat jalan pas ke situ sehingga nanti aksesnya bisa lebih mudah,” jelas Farhan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan mendukung perekonomian serta pariwisata Bandung. Dengan menargetkan rute luar Jawa, bandara di pusat kota dapat berfungsi sebagai pintu gerbang menuju pasar internasional tanpa mengganggu peran Kertajati sebagai bandara utama di Jawa Barat.

Selain itu, perbaikan akses jalan tol dan perbaikan infrastruktur di sekitar bandara menjadi prioritas. Pembangunan jalan baru melalui PTDI dan perbaikan jalur menuju kompleks TNI AU diharapkan dapat mempercepat arus lalu lintas masuk dan keluar bandara.

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara masih dalam tahap pertimbangan. Pemerintah dan pihak terkait harus menyeimbangkan antara kebutuhan transportasi regional dan pengembangan infrastruktur bandara utama. Keterbatasan runway dan lokasi strategis di pusat kota menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.

Dengan langkah-langkah ini, Bandung berpotensi menjadi hub penerbangan yang lebih terintegrasi, menyesuaikan dengan kebutuhan mobilitas modern dan peluang pasar luar Jawa.

Bandara Husein SastranegaraPrabowo SubiantoKertajatirute luar Jawarunway 2600makses tol Pasteurhub penerbanganperekonomian Bandung

Komentar

Memuat komentar...