Bandung Zoo: Lelang Pengelola Mencapai Hanya Empat Kandidat
Gambar atau konten salah?
Bandung, 30 April 2026 – Pengelolaan Kebun Binatang Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Bandung Zoo, masih belum mencapai target yang diharapkan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengundang 85 lembaga konservasi untuk mengelola kebun binatang tersebut, namun hanya sedikit yang menunjukkan minat.
“Ya, 85, tapi belum semuanya kembali ke kita. Yang ngasih sinyal sih saya lihat baru sekitar 4 ya,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung pada Kamis. Ia menegaskan bahwa proses lelang masih berlangsung, dan belum ada pemenang yang terpilih.
Farhan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan penyelesaian lelang pada 5 Mei 2026. Ia juga menyatakan bahwa bila lelang tidak berhasil pada tanggal tersebut, kebun binatang akan diambil alih oleh pemerintah pusat, provinsi, atau kota. “Sekarang kita siapkan semua skenario, kalau memang ada pemenang lelang apa yang kita lakukan,” tambahnya.
Syarat yang ditetapkan untuk calon pengelola dianggap sangat ketat, sehingga tidak semua lembaga konservasi dapat memenuhi kriteria tersebut. Farhan menjelaskan, “Kalau proses seleksi, sekarang kita masih terima pendaftaran. Karena syaratnya kan ketat pisan, dan tidak semua lembaga konservasi menyanggupi itu. Makanya, ini yang sedang kita hadapi.” Ia menekankan bahwa berbagai opsi masih dipertimbangkan dan langkah antisipasi sedang diambil.
Jika semua rencana tidak berjalan sesuai harapan, Farhan berencana mengajukan perpanjangan tenggat waktu ke pemerintah pusat. Ia juga memastikan bahwa kesehatan satwa tetap menjadi prioritas. “Ini memang kita juga mengajukan perpanjangan deadline ke pemerintah pusat, supaya bisa diperpanjang satu bulan lagi setelah tanggal 6 ini,” ujarnya. Ia menekankan kerja sama antara DKPP, Dinas Kehutanan Jawa Barat, dan lembaga internasional Vantara dalam upaya kesejahteraan hewan, khususnya dalam penyediaan obat-obatan.
Pengelolaan Bandung Zoo menjadi isu penting, karena kebun binatang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan konservasi satwa. Keterlambatan dalam menentukan pengelola menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi fasilitas dan kesejahteraan satwa yang ada. Sementara itu, pihak berwenang terus mencari solusi agar proses lelang dapat berjalan lancar dan memenuhi standar konservasi yang ditetapkan.
Dengan situasi yang masih belum pasti, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa Bandung Zoo tetap menjadi tempat yang aman dan edukatif bagi masyarakat dan satwa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
