Banjir 2 Hari di Desa Ketitang Wetan: 538 Rumah Terdampak
Gambar atau konten salah?
Pada 26 Mei 2026, banjir masih merendam permukiman di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Sudah dua hari, air belum turun. Ratusan rumah terendam, beberapa warga melaporkan pusing dan gatal.
Pada pukul 12.00 WIB, genangan masih merendam ratusan rumah. Ketinggian air sekitar 20-50 sentimeter. Banyak rumah warga terendam.
Bidan desa, Endang Susilowati, turun langsung ke permukiman. Ia rela menerjang banjir menuju rumah warga, terutama lansia.
"Pagi tadi kita melakukan kunjungan door to door pada warga yang terdampak banjir," kata Endang ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2026).
"Ini banjir dua hari ini, keluhan gatal-gatal, pusing seperti itu. Dapat obat gratis," jelasnya.
"Posko saat ini berada di rumah Kepala Desa Ketitang Wetan. Dari pagi sampai siang kami standby," terang dia.
Warga Mbah Sarmi mengeluh pusing dan gatal. "Pusing sama gatal-gatal, syukur tadi ada bu bidan ke sini," kata dia.
Warga Anisa juga merasakan pusing dan mual. "Alhamdulillah sudah ada yang ke sini, 2 hari ini banjir belum surut, pusing sama mual," ujar dia.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa di Desa Ketitang Wetan terdampak 538 rumah, terdiri dari 550 KK dengan jumlah 1.050 jiwa.
Ia menambahkan kategori terendam sebanyak 150 rumah, terdiri dari 162 KK dengan jumlah 354 jiwa. Selain itu, ada 25 hektare sawah kebanjiran. Jalan permukiman warga ada yang kebanjiran mencapai 80 sentimeter. Untuk warga yang mengungsi masih nihil," ujarnya.
Endang dan tim kesehatan membuka posko di rumah Kepala Desa. Mereka berjaga dari pagi sampai siang, menyiapkan obat gratis untuk warga yang pusing dan gatal. Meskipun banjir belum surut, upaya penyelamatan terus berlanjut.
Situasi banjir di Desa Ketitang Wetan menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat tenaga kesehatan di daerah rawan. Kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas, meski kondisi air belum turun.
Di tengah genangan, warga masih berusaha keluar rumah, menahan air yang menetes ke lantai.
Endang menyebutkan, obat-obatan yang tersedia cukup untuk menangani pusing dan gatal, namun masih terbatas.
Kepala Desa menegaskan, semua warga tetap berada di tempat tinggalnya karena belum ada rencana evakuasi.
Sementara itu, petugas BPBD menunggu kondisi air turun sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
