Bank Jakarta Beri Pelajar 2,4 Juta Rekening, Tabungan Rp1,81T
Gambar atau konten salah?
Bank Jakarta terus mempromosikan kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda di Jakarta melalui kerja sama antara pemerintah daerah, perbankan, dan regulator jasa keuangan.
Bank Jakarta telah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) untuk sektor pendidikan, termasuk KJP Plus dan KJMU. Program ini membantu pelajar mengelola uang mereka secara lebih terstruktur.
Sampai 1 April 2026, Bank Jakarta mencatat lebih dari 2,4 juta rekening pelajar. Total simpanan mencapai Rp1,81 triliun yang berasal dari Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus.
Bank Jakarta menerima penghargaan sebagai bank implementasi KEJAR terbaik kategori Bank Pembangunan Daerah pada 1 Januari 2025.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar. Program ini dianggap memberikan manfaat besar untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini.
“Program ini sangat bagus karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengatur uang sejak sekarang. Jadi, kami bisa belajar lebih disiplin dalam menggunakan uang,” ujar Zahwa, siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta.
Ia menilai melalui program ini para siswa dapat lebih memahami bagaimana manfaat menabung untuk masa depan. Termasuk program-program yang diberikan dari Bank Jakarta kepada para pelajar. “Ya pastinya selama ini aku tahunya menabung itu hanya menyimpan uang di bank. Ternyata lebih dari itu. Banyak program-program yang diberikan oleh bank kepada para nasabah. Termasuk saya yang masih berstatus pelajar,” ujar Zahwa.
Musthafa, siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta, menyebut program KEJAR DKI Jakarta menjadi pengalaman menarik karena memberikan edukasi keuangan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pelajar karena mengajarkan cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan,” kata Musthafa.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Bank Jakarta dan OJK dalam menghadirkan program edukasi keuangan langsung ke sekolah. “Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu siswa lebih memahami dunia perbankan dan layanan keuangan secara lebih dekat,” tambah Musthafa.
Program KEJAR DKI Jakarta merupakan upaya mendorong budaya menabung di kalangan pelajar sekaligus memperkuat literasi keuangan generasi muda di Jakarta melalui kerja sama antara pemerintah daerah, perbankan, dan regulator jasa keuangan.
Dengan lebih dari dua juta rekening pelajar dan simpanan ratusan miliar rupiah, Bank Jakarta menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan regulator dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan keuangan di kalangan remaja. Program edukasi yang interaktif dan langsung ke sekolah membantu siswa memahami dunia perbankan, sehingga mereka dapat memulai kebiasaan menabung sejak dini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Menguat 66 Poin, Tren Bulanan Masih Negatif
GoPay Luncurkan Fitur Kirim Uang ke 7 Negara
Indika Energy Bungkam Soal Rumor Divestasi Kideco US$ 1 M
DIM Resmi Anggota IFSWF, Terapkan Standar Investasi Global
Laba BTN Melonjak 40,8% di Semester I 2026
Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Pelabuhan Hijau Bintang 5
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
