Batu Chattra Ditemukan di Pekarangan Desa Kunden

Arif S. · 3 min baca · 25 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Batu Chattra Ditemukan di Pekarangan Desa Kunden

Gambar atau konten salah?

Batu unik ditemukan di pekarangan warga Desa Kunden, Kecamatan Karanganom, Klaten—sebuah potongan batu yang diduga merupakan chattra, komponen stupa utama candi, muncul secara tak terduga di tengah kebun rumah warga.

Batu tersebut terbuat dari batu andesit hitam, menampilkan satu struktur payung di bagian puncaknya. Tingginya sekitar 40–60 centimeter dan memiliki bentuk menyerupai jamur. Diameter payungnya mencapai 40 centimeter, namun sebagian tepinya sudah terkikis. Batu ini menjadi hiasan pekarangan warga, menambah keunikan lingkungan sekitar.

Tak hanya satu batu, dua batu kotak bertakik yang khas struktur candi juga ditemukan di sekitar lokasi, berjarak sekitar 50 meter ke arah utara. Beberapa batu bata besar, panjangnya sekitar 30 centimeter, masih dapat dilihat di area tersebut. Temuan ini menambah spekulasi tentang keberadaan struktur kuno di wilayah tersebut.

Seorang warga, Hadi Susanto (66), mengingat temuan ini terjadi pada tahun 1989. Pada saat itu, warga sedang menggali sawah untuk mengambil tanah liat guna bahan baku kerajinan genteng. “Dulu menggalinya tanah di barat desa itu sekitar tahun 1989 sampai 1991. Digali lallu diambil tanah liatnya, tapi ditemukan batu seperti itu (chattra), batu-batu kotak dan batu bata besar banyak,” tutur Hadi Susanto.

Hadi menjelaskan bahwa batu-benda tersebut ditemukan pada kedalaman tanah sekitar lima meter. Karena dianggap batu biasa, warga saat itu membawa pulang atau menjualnya. “(Malah) dibeli sekalian oleh yang gali tanah liat, sebagian untuk pondasi jalan. Saya menyaksikan sama anak saya yang dulu masih kelas 3 SD,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa selain banyak batu bata besar, juga terdapat beberapa batu chattra. “Kayak itu (chattra) cukup banyak tapi pada dibeli orang, arca tidak ada. Yang banyak batu bata besar warna merah, batu bata bakaran,” jelas Hadi.

Hadi menyatakan bahwa para sesepuh tidak pernah menceritakan tentang lokasi tersebut. “Ngapunten nggih (maaf ya) untuk sejarahnya saya tidak tahu, tidak berani cerita. Yang saya ceritakan yang saya ketahui saja,” ujarnya. Batu chattra itu kini berada di pekarangan, sebut Hadi, karena dibeli oleh saudaranya saat itu dan dijadikan hiasan hingga kini. “Ya masih terawat di situ, itu dulu dibeli kalau tidak salah Rp 2.500,” imbuhnya.

Wiyan Ari Tanjung, analis Cagar Budaya dan Koleksi Museum Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, mengonfirmasi adanya temuan cagar budaya tersebut. Ia mengaku sudah pernah mendata temuan di Desa Kunden. “Dinas pernah pendataan di Kunden, tapi saya lupa objeknya apa aja selain sebaran bata merah. Untuk situsnya sudah terdata,” jelasnya.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah batu chattra itu masuk dalam pendataan, Wiyan Ari mengaku akan mengeceknya terlebih dahulu. “Nanti saya cek datanya, kalau belum akan kita tinjau lagi,” jawabnya.

Hari Wahyudi, pegiat sejarah Klaten, berpendapat bahwa keberadaan batu chattra menandakan kemungkinan adanya candi Buddha di sekitar lokasi. “Ya itu dari reruntuhan candi yang diperkirakan bercorak Buddhis. Masih banyak batu andesit bagian candi disana dan juga bata merah besar khas Mataram kuno abad 8–10 Masehi,” kata Hari.

Batu chattra itu, menurut Hari, merupakan bagian komponen candi yang diperkirakan berada di bagian relung. “Pada relung tersebut terdapat arca Buddha. Untuk batu chattra itu diperkirakan dulu di bagian atas relung yang terdapat arca Buddha di bawahnya, chattra artinya payung,” pungkasnya.

Temuan batu chattra, batu kotak bertakik, dan batu bata besar di Desa Kunden menambah bukti bahwa wilayah Klaten menyimpan jejak arsitektur kuno. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi keberadaan candi Buddha dan memahami konteks sejarahnya. Temuan ini menunjukkan bahwa sejarah budaya Indonesia masih memiliki lapisan yang belum sepenuhnya terungkap, menunggu para peneliti untuk menggali lebih dalam.

Batu chattraDesa KundenKlatenCandi BuddhaBatu andesitBata merahArca Buddha

Komentar

Memuat komentar...