BBM Non-Subsidi Naik, Diesel Turun, Mulai 1 Juni 2026

Ningsih R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
BBM Non-Subsidi Naik, Diesel Turun, Mulai 1 Juni 2026

Gambar atau konten salah?

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) akan diberlakukan di semua SPBU Pertamina maupun swasta mulai 01 Juni 2026. Perubahan ini hanya memengaruhi BBM non‑subsidi, sementara BBM subsidi tetap pada tarif lama.

Di Jakarta, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp 20.750 per liter, naik Rp 850 dari Rp 19.900 sebelumnya. Dexlite (CN 51) turun Rp 3.000 menjadi Rp 23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) turun Rp 3.100 menjadi Rp 24.800 per liter. Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tetap pada Rp 12.300 dan Rp 12.900 per liter. BBM subsidi tidak berubah: Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar Subsidi (Biosolar) tetap Rp 6.800 per liter.

SPBU BP AKR melaporkan harga BP Ultimate masih pada Rp 12.930 per liter, sama dengan harga di bulan Mei. BP 92 tetap Rp 12.390 per liter. Namun BP Ultimate Diesel turun Rp 4.830 menjadi Rp 25.060 per liter, turun dari Rp 29.890 sebelumnya.

Shell Indonesia hanya menjual produk Shell V‑Power Diesel di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Harga produk ini turun Rp 6.400 menjadi Rp 24.490 per liter, turun dari Rp 30.890 per liter.

SPBU VIVO belum mengumumkan harga resmi untuk periode 01 Juni. Namun, update Instagram resmi pada 01 Mei menunjukkan harga Revvo 92 banderol Rp 12.390 per liter dan Diesel Primus Rp 30.890 per liter.

Berikut daftar harga BBM Pertamina non‑subsidi terbaru di Jakarta:

  • Pertamax: Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter
  • Dexlite: Rp 23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter

Daftar harga BBM BP terbaru:

  • BP Ultimate: Rp 12.930 per liter
  • BP 92: Rp 12.390 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp 25.060 per liter

Daftar harga BBM Shell terbaru:

  • Shell V‑Power Diesel: Rp 24.490 per liter

Daftar harga BBM Vivo terakhir per 01 Mei:

  • Revvo 92: Rp 12.390 per liter
  • Diesel Primus: Rp 30.890 per liter

Perubahan harga ini menandai penyesuaian tarif BBM non‑subsidi di kota besar, sementara tarif subsidi tetap stabil. Konsumen akan merasakan kenaikan pada beberapa jenis BBM premium, namun beberapa produk diesel mengalami penurunan harga, menyeimbangkan dampak inflasi di sektor energi.

BBM non‑subsidiPertamax TurboHarga SPBUKenaikan BBMPenurunan dieselSubsidi tetapInflasi energi

Komentar

Memuat komentar...