BBM Non-Subsidi Naik, Inflasi Terkendali, Menteri Katakan
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan memicu laju inflasi. Ia menegaskan bahwa inflasi dapat dipertahankan karena BBM subsidi yang masih banyak digunakan oleh masyarakat berpendapatan rendah dan kebutuhan logistik tidak disesuaikan harganya.
Menurut Purbaya, BBM subsidi yang tidak naik juga menahan lonjakan harga barang. Bila inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat akan terjaga. Ia menambahkan bahwa kebijakan pengelolaan kas dapat mendorong ekonomi, sehingga ketika harga-harga tidak melonjak, inflasi juga tidak meningkat.
“Waktu minyak dunia naik cuma kita nih yang nggak naikkin. Sekarang naik tapi yang nonsubsidi, yang subsidi kan nggak naik, tetap. Jadi inflasinya bisa dikendalikan. Manajemen cash bisa mendorong ekonomi dan tadi ketika harga-harga nggak naik, harga BBM utamanya yang subsidi nggak naik, inflasi juga nggak naik sehingga daya beli masyarakat terjaga,” terungkap Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
Purbaya juga menegaskan bahwa masyarakat mampu membeli BBM nonsubsidi dan tidak perlu stimulus tambahan. Ia berkata, “Yang non kenapa dikasih stimulus lagi? Nggak. Itu untuk mengurangi supaya pertama tadi nggak gelembung-gelembung amat ya dan yang kedua kan itu orang mampu ya biar aja.”
Ia menambahkan bahwa selama ini, masyarakat berdesil sosial tinggi (level 8–10) sering menikmati subsidi energi, padahal sebenarnya mampu membeli BBM nonsubsidi. Purbaya menjelaskan, “Kalau kita hitung dari subsidi lain mereka udah harusnya kan subsidi untuk masyarakat kecil kan. Dari subsidi macam-macam itu mereka udah menikmati terlalu banyak. Mungkin kuartil desil 8, 9, 10 itu menikmati berapa persen ya? 30% subsidi saya lupa persennya. Tapi, kira‑kira cukup besar hampir 30% subsidi yang kita kasih,” jelas Purbaya.
Menurutnya, masyarakat yang mampu tidak akan keberatan jika harus mengalami kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ia menegaskan, “Jadi kalau yang mampu itu dikurangi harus bayar sedikit ya nggak apa‑apa. Karena mereka memang mampu,” tambahnya.
Dengan menahan kenaikan harga BBM subsidi dan mengandalkan kemampuan masyarakat berdesil tinggi untuk membeli BBM nonsubsidi, Purbaya berharap inflasi tetap terkendali dan daya beli tetap terjaga. Hal ini menunjukkan pendekatan kebijakan fiskal yang menyeimbangkan antara subsidi dan pasar bebas, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi makro.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
