BEI Buka Akses Saham BYD dan Tencent Lewat SSF

Ika P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
BEI Buka Akses Saham BYD dan Tencent Lewat SSF

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka pintu bagi perusahaan asing besar untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Namun, mereka tidak akan mencatatkan saham secara langsung. Instrumen yang digunakan adalah Kontrak Berjangka Saham Tunggal, atau yang lebih dikenal dengan Single Stock Futures (SSF).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan perjanjian dengan Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEx). Tujuannya adalah memungkinkan dual listing terjadi. Dengan perjanjian ini, perusahaan yang sudah tercatat di HKEx, seperti BYD dan Tencent, bisa tercatat di pasar modal Indonesia dalam bentuk SSF.

"Itu segera dalam tahap finalisasi perjanjian antara Bursa Efek Indonesia dengan Hong Kong Exchange. Jadi, nanti misalnya nama-nama yang sudah kita kenal, BYD, Tencent, itu bisa jadi underlying dari single stock futures," kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Jeffrey, perjanjian ini juga memberikan kemudahan bagi perusahaan yang tercatat di Indonesia untuk mencatatkan sahamnya di HKEx. Kerja sama ini disebut bisa memangkas prosedur pencatatan di bursa global. Ia menjelaskan, hal ini menjadi nilai tambah bagi saham Indonesia untuk meningkatkan eksposur investor asing.

Jeffrey menekankan, perusahaan yang ingin memanfaatkan kerja sama ini harus lebih dulu tercatat di pasar modal Indonesia. "Sebagai value added mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia, Bursa Efek Indonesia diakui dan bekerja sama dengan bursa global. Setelah mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia, mereka bisa tercatat di Bursa Hong Kong misalnya dengan prosedur yang lebih sederhana. Untuk mendapatkan apa? Untuk mendapatkan exposure terhadap basis investor yang lebih luas," jelasnya.

Sebelumnya, BEI sudah bekerja sama dengan Straits Times Index (STI) dan menerbitkan dua hingga tiga instrumen deposit receipt (DR). Selain itu, BEI juga telah membuka diskusi dengan Stock Exchange of Thailand (SET) mengenai kerja sama serupa.

"Pembicaraan dengan Stock Exchange of Thailand sedang berjalan dan ke depannya lagi tentu kita harapkan bisa resiprokal. Artinya, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa lain pun nantinya bisa dicatatkan di bursa kita. Nah, tetapi tentu kita harus hati-hati di situ karena ada faktor pengawasan yang harus kita lakukan atas efek yang tercatat di bursa kita," pungkas Jeffrey.

Langkah ini menunjukkan upaya BEI untuk memperluas jangkauan pasar modal Indonesia. Dengan kerja sama internasional seperti ini, investor lokal bisa memiliki akses ke saham perusahaan global tanpa harus keluar negeri. Di sisi lain, perusahaan Indonesia juga mendapat peluang untuk dikenal investor asing melalui bursa Hong Kong. Namun, pengawasan tetap menjadi perhatian utama agar instrumen yang diperdagangkan aman dan transparan.

BEISingle Stock Futuresdual listingHKExpasar modal Indonesiakerja sama internasional

Komentar

Memuat komentar...