Pekerja HTI Riau Tewas Diterkam Harimau
Gambar atau konten salah?
Seorang pekerja di perusahaan hutan tanaman industri (HTI) di Pelalawan, Riau, ditemukan tewas setelah diterkam harimau. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat malam, 16 Juli 2026. Korban diketahui bernama Eko Prasetio, berusia 29 tahun.
Menurut Kepala Balai BKSDA Riau, Supartono, kejadian bermula saat Eko pamit kepada rekan-rekannya untuk mencari sinyal telepon. Ia berniat mengirim pesan ke grup WhatsApp kru pekerja mengenai agenda kerja keesokan harinya. Namun, hingga larut malam, Eko tidak kunjung kembali ke mess. Tak ada satu pun pesan yang berhasil ia kirimkan ke grup tersebut.
Rekan-rekan Eko mulai curiga. Mereka segera melakukan pencarian. Di lokasi yang biasa digunakan Eko untuk menelepon, mereka menemukan jejak yang mengkhawatirkan. Sandal dan headset milik Eko berserakan. Di sekitarnya, ada ceceran darah dalam jumlah banyak. Bekas seretan terlihat jelas mengarah ke area semak belukar.
Tim gabungan yang diterjunkan juga menemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi yang sama. Ada pula jejak anjing yang mengarah ke titik penemuan barang-barang milik korban. Pencarian dilakukan dengan bantuan drone thermal hingga jarak 3 kilometer, namun tak membuahkan hasil pada malam itu.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu, 17 Juli 2026, pukul 06.30 pagi. Sekitar pukul 07.30, korban akhirnya ditemukan. "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak sekitar 650 meter dari lokasi terakhir korban diketahui," ujar Supartono.
Jenazah Eko segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Sementara itu, tim gabungan masih terus bekerja untuk mengidentifikasi keberadaan harimau yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi pekerja di kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
