Transaksi Koperasi Desa Tembus Rp56 Miliar, Pupuk Paling Laris

Eko P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Transaksi Koperasi Desa Tembus Rp56 Miliar, Pupuk Paling Laris

Gambar atau konten salah?

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencatat total transaksi sebesar Rp 56,69 miliar sejak awal tahun 2026. Pupuk menjadi komoditas yang mendominasi dengan nilai penjualan tertinggi.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 13.50 WIB, total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 56.695.106.929. Jumlah transaksi yang terjadi sebanyak 53.837 kali.

Pupuk NPK Phonska menjadi produk paling laris. Nilai transaksinya mencapai Rp 15,093 miliar dengan volume penjualan 8.178.733 unit. Di posisi kedua, Pupuk Urea N 46% mencatat volume 6.206.984 unit dan nilai Rp 11,272 miliar.

Kategori barang lainnya berada di urutan ketiga. Nilai transaksinya Rp 7,93 miliar dengan volume 527.903 unit. Minyak goreng menempati posisi keempat dengan nilai transaksi Rp 3,6 miliar dan volume 606 unit.

Beras medium SPHP kemasan 5 kg berada di urutan kelima. Total transaksinya Rp 2,45 miliar dengan volume 55.229 unit. Komoditas beras lainnya juga mencatat nilai transaksi Rp 1,14 miliar dan volume 27.009 unit.

Sunco Minyak Goreng ukuran 2 liter juga dijual di KDKMP. Nilai transaksinya Rp 505 juta dengan volume 11.419 unit. Gas LPG 3 kg mencatat nilai transaksi Rp 481 juta dan volume 25.654 unit.

Gula KTM ukuran 1 kg memiliki nilai transaksi Rp 284 juta dengan volume 16.204 unit. Rokok filter 12 juga tersedia di KDKMP dengan nilai transaksi Rp 272 juta dan volume 10.358 unit.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan pokok seperti pupuk, minyak goreng, beras, dan gas LPG menjadi barang yang paling banyak dibeli melalui koperasi desa. Pupuk mendominasi karena menjadi kebutuhan utama petani di berbagai daerah.

pupuktransaksikoperasi desakomoditaspenjualankebutuhan pokokpetani

Komentar

Memuat komentar...