Belanda 2-2 Jepang, Rekor Tak Terkalahkan 13 Laga Terus
Gambar atau konten salah?
Belanda memulai Piala Dunia 2026 dengan pertandingan pembuka melawan Jepang di Dallas Stadium, Arlington pada Senin, 15 Juni 2026, dini hari WIB. Tim Oranye unggul dua kali lewat gol Virgil van Dijk dan Crysencio Summerviile, namun Jepang bangkit dua kali, menandai 2‑2 lewat gol Keito Nakamura dan Daichi Kamada.
Walaupun Belanda gagal meraih kemenangan, catatan tidak terkalahkan di Piala Dunia tetap bertahan, menempuh 13 pertandingan beruntun. Kemenangan terakhir sebelum ini terjadi pada final Piala Dunia 2010, ketika Belanda kalah 0‑1 dari Spanyol di luar adu penalti.
Rekor ini setara dengan catatan Brasil yang mencatatkan 13 pertandingan beruntun antara tahun 1956 sampai 1966. Pada dua partisipasi terakhir, Belanda kalah adu penalti dari Argentina di semifinal 2014 dan perempatfinal 2022. Kekalahan terakhir di waktu normal terjadi pada perempatfinal 2006, ketika kalah 0‑1 dari Portugal, 20 tahun lalu.
Di fase grup, Belanda tidak pernah kalah dalam 16 pertandingan terakhir, mencatat 12 kemenangan dan empat laga. Kekalahan terakhir di fase grup datang dari Belgia dengan skor 1‑0 di Orlando pada tahun 1994.
Selanjutnya, Belanda akan menghadapi Swedia pada Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. “Ini mengecewakan. Anda dua kali unggul, tapi gagal menang. Tapi Anda tentu tidak boleh meremehkan kekuatan lawan Anda. Itu pendapat saya,” ujar pelatih Ronald Koeman, seperti dikutip Reuters. Dengan catatan yang masih kuat, pertarungan berikutnya menambah ketegangan bagi para penggemar sepak bola.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Belanda 2-2 Jepang, Rekor Tak Terkalahkan 13 Laga Terus
Jawa Tengah Buka Pendaftaran SPMB 2026, Pendaftar Online
Pasar Padurenan Baru Bekasi: Sempit, Kosong, Badai Sampah
55 Ucapan Tahun Baru Islam 2026 yang Menyentuh Hati
Telur: Manfaat, Risiko, dan Batas Konsumsi Sehari
Doa Akhir Tahun 1447 Hijriah: Penutup dan Awal Baru
Belanda-Jepang Imbang 2-2 di Stadion Dallas, 15 Juni 2026
Kunjungan Asing Korea Mencapai Rekor, China Dominasi Pasar