Benjolan Leher: Gondongan vs Gondokan, Waspadai Kanker

Ika P. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Benjolan Leher: Gondongan vs Gondokan, Waspadai Kanker

Gambar atau konten salah?

Menemukan benjolan di area leher sering memicu panik. Banyak orang langsung menebak semuanya “gondokan” tanpa memikirkan penyebabnya.

“Kalau gondongan itu beda sama tiroid. Kalau tiroid itu kita sebutnya gondok, bukan gondong. Dan istilah gondongan itu kalau tidak salah itu mumps,” kata dokter spesialis bedah onkologi dr Diani Kartini SpBOnk.

Gondongan atau mumps menyerang kelenjar air liur (salivary gland). Posisinya berada di sisi leher atau tepat di bawah telinga. Penyebabnya adalah infeksi virus, bersifat menular, dan paling sering dialami oleh anak‑anak.

Gondokan, di sisi lain, dipicu masalah pada kelenjar tiroid yang terletak di bagian tengah leher, tepat di depan saluran pernapasan. Benjolan ini bisa berupa pembengkakan biasa, tumor jinak, hingga indikasi kanker. Pada kasus gondok, pembengkakan yang terjadi di tengah leher umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun kondisinya bisa dipicu masalah hipotiroid atau hipertiroid.

Selain tiroid dan kelenjar air liur, pembengkakan di leher juga sering melibatkan kelenjar getah bening. dr Diani mencontohkan, masalah sederhana seperti gigi berlubang atau infeksi rongga mulut pun bisa membuat kelenjar getah bening membengkak.

“Kalau kita obatin gondongan, kita kasih antibiotik bisa kempes. Tetapi kalau sudah obati, kemudian tidak kempes, bahkan tambah besar, kita harus hati‑hati dong, kita harus periksa apa itu. Mungkin sekitar 2 minggu, diobatin enggak sembuh, yaudah diperiksa aja,” pungkas dr Diani.

Dengan pemahaman ini, pasien yang mendapati benjolan di leher dapat membedakan antara gondongan yang biasanya responsif terhadap antibiotik dan gondokan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika pembengkakan tidak mereda dalam dua minggu, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa yang tepat.

gondongangondokantiroidkelenjar getah beningmumpsinfeksi viruskankerantibiotik

Komentar

Memuat komentar...