Bercak Gelap Raksasa di Utopia Planitia Meluas 6,5 km/Tahun
Gambar atau konten salah?
Berbagai foto terbaru menunjukkan bercak gelap raksasa di kawah besar Mars. Bercak ini telah merayap menutupi permukaan Planet Merah sejak pertama kali teramati lebih dari lima puluh tahun lalu. Para ilmuwan belum tahu pasti apa yang menimbulkan bercak ini.
Struktur berbayang ini merupakan area tanah yang tertutup abu dan batuan vulkanik. Batuan tersebut berasal dari letusan purba jutaan tahun lalu, jauh sebelum Mars dianggap mati secara geologis. Bercak ini terletak di Utopia Planitia, dataran seluas kurang lebih 3.300 kilometer di belahan utara Mars.
Wahana penjelajah Viking milik NASA pertama kali memotret daratan hitam ini pada 01 Januari 1976, tak lama setelah tiba di Planet Merah. Sejak itu, beberapa foto menunjukkan bayangan ini terus meluas. Terbaru, ada rekaman Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang ditangkap pada 01 Januari 2024 dan dirilis 15 April 2024.
Belum diketahui secara pasti seberapa besar ukuran bercak gelap tersebut. Namun, berdasarkan foto‑foto terbaru ESA, beberapa bagian batas selatannya telah bergerak lebih jauh ke selatan setidaknya sejauh 320 km. Hal ini mengindikasikan medan gelap ini meluas dengan laju sekitar 6,5 km per tahun.
“Penyebaran abu selama 50 tahun terakhir ini memiliki dua kemungkinan penjelasan: entah abu tersebut terangkat dan terpindahkan oleh angin Mars, atau debu merah yang sebelumnya menutupi abu gelap itu telah tertiup angin,” tulis perwakilan ESA. Namun saat ini belum ada petunjuk pasti mengenai hipotesis mana yang benar.
Wilayah Utopia Planitia terus menarik minat besar ilmuwan selama setengah abad terakhir. Pada 01 Januari 1976, wahana Viking 2 menyentuh permukaan Utopia Planitia dan menjalankan serangkaian eksperimen biologis hingga berhenti beroperasi di 01 Januari 1980. Belum lama ini, wahana Zhurong milik China juga mendarat di kawasan tersebut pada 01 Januari 2021 dan menjelajahi dataran raksasa ini sebelum kehilangan kontak di 01 Januari 2023. Ilmuwan China memanfaatkan data Zhurong untuk menunjukkan bahwa Utopia Planitia kemungkinan besar dulunya tertutup salah satu lautan terbesar di Mars, dan mereka memetakan area yang diyakini pernah menjadi garis pantai. Wahana penjelajah ini juga kemungkinan mendeteksi petunjuk pergeseran iklim yang mengejutkan di wilayah tersebut sekitar 400.000 tahun lalu.
Utopia Planitia juga menjadi rumah bagi beberapa retakan tanah besar, dikenal sebagai graben. Menurut ESA, ini merupakan salah satu fitur paling tidak biasa di Mars dan dapat membantu memberikan petunjuk aktivitas tektonik yang pernah mengguncang Planet Merah di masa lampau. Selain itu, peneliti meyakini terdapat es dalam jumlah signifikan yang terkubur di bawah wilayah ini, yang bisa membawa implikasi besar bagi pencarian kehidupan di luar Bumi.
Secara keseluruhan, bercak gelap di Utopia Planitia menandai dinamika Mars yang masih belum dipahami. Pergerakan dan penyebaran abu yang terus berlangsung menunjukkan bahwa planet ini masih aktif secara geologis dan atmosferik, meski tampak kering. Penelitian lebih lanjut akan menuntun pemahaman tentang sejarah dan potensi sumber daya di Mars.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
