Betty Mukherjee: Cerita Hidup Tanpa Rahim di Inggris
Gambar atau konten salah?
Betty Mukherjee, 25 tahun, berasal dari Inggris, mengaku lahir tanpa rahim dan vagina. Pada usia 16 tahun, dia didiagnosis dengan sindrom Mayer Rokitansky Küster Hauser (MRKH), kelainan bawaan yang membuat organ reproduksi wanita tidak berkembang sempurna.
Awalnya, Betty tidak menyadari kondisi ini. Seperti kebanyakan wanita MRKH, penampilannya normal di masa kecil. Hanya ketika memasuki masa pubertas dan belum pernah mengalami menstruasi, dokter menemukan tidak adanya rahim.
Selain tidak memiliki rahim, Betty juga lahir dengan satu ginjal. Kondisi ini sering muncul pada kasus MRKH, tapi tidak selalu. Ketika dia pertama kali diberitahu tentang diagnosis ini, ia merasa terkejut dan terisolasi. “Saya belum pernah mendengarnya sama sekali. Sekarang jelas banyak orang juga belum pernah mendengarnya,” ujarnya.
Betty menggunakan akun Instagramnya untuk mengedukasi wanita lain. Dia menjelaskan bahwa ovarium masih berfungsi normal, menghasilkan hormon dan sel telur sehat. Namun, tanpa rahim, wanita MRKH tidak dapat mengandung.
Teknologi medis memberi beberapa opsi bagi yang ingin memiliki anak. Mereka bisa menjalani prosedur bayi tabung (IVF) dengan menggunakan ibu pengganti, atau memilih adopsi. Betty menekankan bahwa keberadaan ovarium memberikan harapan bagi masa depan reproduksi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran. “Wanita dengan MRKH tetap memiliki ovarium yang berfungsi normal,” jelasnya. Pengetahuan ini membantu mengurangi rasa takut dan memberikan pilihan bagi mereka yang ingin memiliki keluarga.
Ringkasan: Betty Mukherjee, 25 tahun, mengalami MRKH—kondisi langka tanpa rahim dan vagina—yang didiagnosis saat 16 tahun. Meski memiliki satu ginjal, ovarium berfungsi. Dia aktif berbagi informasi di media sosial dan menjelaskan opsi reproduksi seperti IVF dengan ibu pengganti atau adopsi, menekankan pentingnya pengetahuan dan dukungan bagi wanita dengan kondisi serupa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Air Putih Lebih Menarik: Tambah Lemon, Mint, Chia, Garam
Serangan Jantung Malam: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan
Bolot Di ICU, Komedian Terus Pantau Jantung Setelah Serangan
Diabetes dan Risiko Penyakit Gusi: Pentingnya Kontrol Gula
El Nino Kuat Berlanjut di Pasifik, Prediksi NOAA Hingga Tahun
AB Plastic Surgery Menjadi Tuan Rumah IFAAS 2026 di Jakarta
Berita Terbaru
SpaceX IPO Jadikan Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia
444 Jemaah Bangka Belitung Selamat Tiba di Palembang
Diana Favorit: Eggs Suzette, Hidangan Sederhana Kerajaan
Balai TNGR Tegaskan Aturan Pendakian Gunung Rinjani
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Bank Dunia Kupas Kelemahan Subsidi BBM, 20% Kaya Terima Setengah
