BGN: Anggaran MBG 2026 Tetap Rp 268 Triliun, Tidak Dipangkas Tahun 2026
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kabar pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 tidak benar. Menurut BGN, anggaran MBG tetap sebesar Rp 268 triliun.
"Informasi tersebut dipastikan tidak benar, sebab anggaran resmi BGN tahun 2026 yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 sejak awal adalah sebesar Rp 268 triliun," kata BGN dalam unggahan di akun Instagram @badangizinasional.ri, dikutip Senin (25 Mei 2026).
Anggaran Rp 268 triliun merupakan pagu utama program MBG. Sementara Rp 67 triliun adalah dana cadangan yang berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Fokus BGN saat ini adalah mengoptimalkan anggaran utama tanpa menggunakan dana cadangan.
Distribusi anggaran utama dibagi secara ketat: 70 % dialokasikan untuk bahan baku makanan, 20 % untuk operasional termasuk distribusi kendaraan dan insentif relawan, dan 10 % untuk kebutuhan intensif lainnya. BGN memastikan pengelolaan dana ini tetap transparan.
Meski terjadi penyesuaian, pemerintah menegaskan tidak ada pengurangan layanan bagi siswa. Hingga akhir April 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun.
Per data per 24 Mei 2026, program MBG telah melayani 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjamin distribusi yang merata di berbagai wilayah.
BGN menyatakan akan terus mengawal akuntabilitas program ini demi mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan bergizi seimbang. "BGN akan terus mengawal akuntabilitas program ini demi mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan bergizi seimbang," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan akan kembali menghemat anggaran MBG. Sesuai arahan Presiden Prabowo, efisiensi MBG telah dilakukan dan sementara ini mencapai Rp 268 triliun. Anggaran ini dipangkas dari semula Rp 335 triliun yang semua ditetapkan tahun ini. Menurut Purbaya, ada kemungkinan efisiensi namun angkanya masih dihitung pemerintah.
"Yang terakhir Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung," kata Purbaya dalam konferensi pers APBNKita, Jakarta Pusat, Selasa (19 Mei 2026).
Dengan demikian, meski ada pernyataan tentang pemangkasan, data resmi menunjukkan anggaran MBG tetap pada Rp 268 triliun. Dana cadangan sebesar Rp 67 triliun tidak dipakai untuk program inti. Distribusi dana utama tetap terstruktur, dan layanan kepada siswa tidak mengalami penurunan. Program MBG terus beroperasi, melayani lebih dari 62 juta penerima manfaat melalui ribuan titik distribusi di seluruh Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
