BMKG Hujan Lebih Kuat di Sumatera Selatan, Risiko Banjir
Gambar atau konten salah?
BMKG memperkirakan intensitas hujan di Sumatera Selatan akan meningkat signifikan dalam seminggu ke depan. Peningkatan ini dipicu oleh pola angin konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah tersebut.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Shinta Andayani, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini berada pada level lembap dan basah. “Untuk wilayah Sumsel diprakirakan masih terjadi peningkatan intensitas hujan di beberapa hari ke depan karena adanya pola angin konvergensi,” ujarnya pada 23 April 2026.
Shinta menambahkan bahwa fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara mengakibatkan udara terkumpul dan membentuk awan-awan hujan yang tebal. Mengingat saat ini sudah berada di penghujung musim hujan, masyarakat diminta untuk tidak lengah terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Ia menekankan bahwa curah hujan tinggi di hampir penghujung musim hujan ini merupakan periode yang sangat rentan terjadi banjir maupun genangan. Daya serap tanah sudah berada pada titik jenuh karena terus-menerus diguyur hujan pada periode sebelumnya. Jika hujan kembali turun secara berturut-turut, tempat penampungan air tidak akan mampu menampung akumulasi debit air yang ada.
“Kondisi lingkungan kita sudah jenuh air dan tempat penampungan air sudah maksimal, apalagi jika hujan terjadi berturut-turut dan terakumulasi beberapa hari,” jelasnya.
Menanggapi potensi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh masyarakat di wilayah Sumsel untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir. Masyarakat juga diminta secara rutin memantau perkembangan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang bersifat dinamis.
“Untuk seluruh masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayahnya masing-masing,” pungkas Shinta.
Dengan intensitas hujan yang meningkat, Sumatera Selatan berada pada kondisi rawan banjir. Kewaspadaan dan pemantauan cuaca menjadi kunci untuk mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
Palembang Tangani 496 Kasus DBD, Dinkes Waspada Kemarau
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
