Bupati Sukoharjo Tertangkap KPK, Terkait Pemerasan
Gambar atau konten salah?
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 10 Juli 2026. Ia memakai masker hitam. Etik langsung dibawa penyidik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia tidak memberikan keterangan apapun kepada wartawan yang sudah menunggu di lokasi.
Etik terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Operasi ini terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. KPK tidak hanya mengamankan Etik. Sejumlah pihak lain juga ikut dibawa dalam operasi tersebut.
Sebelum dibawa ke Jakarta, Etik lebih dulu diperiksa di Mapolresta Solo. Ia keluar dari sana sekitar pukul 05.41 WIB. Saat itu, ia mengenakan baju serba hitam putih, celana jeans, dan masker. Etik turun dari lantai dua menggunakan lift. Beberapa petugas membawa koper berwarna hijau di belakangnya.
Etik tidak menjawab pertanyaan wartawan. Ia langsung keluar dari lobi Mapolresta Solo dan masuk ke dalam bus yang sudah terparkir. Dari luar, Etik terlihat duduk di kursi penumpang. Ia segera menutup gorden bus. Bus itu kemudian pergi bersama rombongan. Kader PDI Perjuangan itu ikut dalam rombongan tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan keterangan tertulis. Ia mengatakan perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Sukoharjo. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum semua pihak yang diamankan.
Informasi yang beredar menyebutkan ada lima orang yang diamankan KPK dalam OTT ini. Namun, KPK masih mendalami perkara tersebut. Belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah pasti dan identitas semua orang yang dibawa.
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang berurusan dengan KPK. Dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah menjadi sorotan. Perangkat daerah adalah pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten. Mereka bisa menjadi sasaran pemerasan oleh atasan mereka sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
