Brasil vs Norwegia: Rekor Buruk Ancelotti

Wahyu T. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Brasil vs Norwegia: Rekor Buruk Ancelotti

Gambar atau konten salah?

Pertandingan besar akan tersaji di Piala Dunia 2026. Brasil dan Norwegia saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke perempat final. Laga ini dijadwalkan pada Senin, 06 Juli 2026 pukul 03.00 WIB di MetLife Stadium, New York, New Jersey.

Kedua tim datang dengan modal bagus. Peringkat FIFA mereka sama-sama naik. Brasil sebelumnya duduk di posisi 6 pada 11 Juni 2026. Kini mereka naik satu strip ke peringkat 5 dunia. Kenaikan ini terjadi setelah Brasil sukses menembus babak 16 besar.

Di fase grup, Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Mereka mengumpulkan 7 poin. Hasil itu diraih dari empat kemenangan dan sekali seri. Catatan ini cukup solid untuk melaju ke babak 32 besar.

Di babak tersebut, Brasil bertemu Jepang. Sempat tertinggal lebih dulu, pasukan asuhan Carlo Ancelotti bangkit dan menang 2-1. Kemenangan itu membawa mereka ke babak 16 besar melawan Norwegia.

Norwegia sendiri juga menunjukkan peningkatan peringkat yang cukup tajam. Pada 11 Juni 2026, mereka berada di peringkat 31 dengan 1557 poin. Kini, setelah tampil di Piala Dunia, Norwegia melesat 10 peringkat ke posisi 21 dengan 1617 poin. Lonjakan ini tidak lepas dari performa tajam Erling Haaland dan kawan-kawan.

Di fase grup, Norwegia tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Mereka mengumpulkan 6 poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 32 besar, Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1. Kemenangan itu memastikan mereka lolos ke babak 16 besar dan kini menantang Brasil.

Brasil memang lebih diunggulkan. Tapi ada catatan buruk yang membayangi. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Brasil tidak pernah menang. Rekor ini menjadi semacam kutukan bagi Tim Samba.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, sadar akan rekor buruk itu. Namun ia memilih tetap optimis. Performa timnya selama turnamen dinilai semakin solid. "Kami telah bekerja dengan baik. Performa kami terbukti di lapangan, tetapi kami tidak boleh cepat puas karena kami ingin bermain lebih baik lagi. Kami ingin tampil di level tertinggi," kata Ancelotti dalam pernyataan yang dikutip dari fifa.com pada Minggu, 05 Juli 2026.

Brasil sendiri berada di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Mereka mengumpulkan 7 poin dari empat kemenangan dan sekali seri. Di babak 32 besar, Brasil bertemu Jepang. Sempat tertinggal, pasukan Carlo Ancelotti bangkit dan menang 2-1.

Norwegia juga tak mau kalah. Pada 11 Juni 2026, mereka berada di peringkat 31 dengan 1557 poin. Namun setelah tampil di Piala Dunia, Erling Haaland dan kawan-kawan melesat naik 10 peringkat ke posisi 21 dengan 1617 poin.

Di fase grup, Norwegia tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Mereka mengumpulkan 6 poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 32 besar, Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1. Kemenangan itu membawa mereka ke babak 16 besar melawan Brasil.

Meski Brasil lebih diunggulkan, ada rekor buruk yang membayangi. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Brasil tidak pernah menang. Rekor ini menjadi perhatian serius bagi Carlo Ancelotti.

Pelatih Brasil itu sadar akan kutukan rekor pertemuan tersebut. Namun ia memilih tetap optimis. Performa anak asuhnya selama turnamen dinilai semakin solid. "Kami telah bekerja dengan baik. Performa kami terbukti di lapangan, tetapi kami tidak boleh cepat puas karena kami ingin bermain lebih baik lagi. Kami ingin tampil di level tertinggi," kata Ancelotti.

Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Erling Haald menjadi motor serangan utama. Mereka berhasil mempecundangi Pantai Gading 2-1 di babak 32 besar. Kemenangan itu memastikan langkah mereka ke babak 16 besar melawan Brasil yang lebih diunggulkan.

Namun Brasil juga punya rekor buruk. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Tim Samba tidak pernah menang. Rekor ini menjadi perhatian serius bagi Carlo Ancelotti. Meski begitu, ia memilih optimis karena performa anak asuhnya selama turnamen semakin solid.

Brasil mengumpulkan 7 poin di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Hasil itu diraih dari empat kemenangan dan sekali seri. Di babak 32 besar, mereka mengalahkan Jepang 2-1 setelah sempat tertinggal. Kemenangan ini menunjukkan mental juara tim asuhan Ancelotti.

Norwegia juga tampil impresif. Mereka mengumpulkan 6 poin di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Hasil itu diraih dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 32 besar, Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1. Kini mereka siap menantang Brasil.

Meski Brasil lebih diunggulkan, ada rekor buruk yang membayangi. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Brasil tidak pernah menang. Rekor ini menjadi perhatian serius bagi Carlo Ancelotti. Namun ia memilih tetap optimis. Performa anak asuhnya selama turnamen dinilai semakin solid.

"Kami telah bekerja dengan baik. Performa kami terbukti di lapangan, tetapi kami tidak boleh cepat puas karena kami ingin bermain lebih baik lagi. Kami ingin tampil di level tertinggi," kata Ancelotti.

Brasil mengumpulkan 7 poin di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Hasil itu diraih dari empat kemenangan dan sekali seri. Di babak 32 besar, mereka mengalahkan Jepang 2-1 setelah sempat tertinggal. Kemenangan ini menunjukkan mental juara tim asuhan Ancelotti.

Norwegia juga tampil impresif. Mereka mengumpulkan 6 poin di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Hasil itu diraih dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 32 besar, Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1. Kini mereka siap menantang Brasil.

Meski Brasil lebih diunggulkan, ada rekor buruk yang membayangi. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Brasil tidak pernah menang. Rekor ini menjadi perhatian serius bagi Carlo Ancelotti. Namun ia memilih tetap optimis. Performa anak asuhnya selama turnamen dinilai semakin solid.

Brasil mengumpulkan 7 poin di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Hasil itu diraih dari empat kemenangan dan sekali seri. Di babak 32 besar, mereka mengalahkan Jepang 2-1 setelah sempat tertinggal. Kemenangan ini menunjukkan mental juara tim asuhan Ancelotti.

Norwegia juga tampil impresif. Mereka mengumpulkan 6 poin di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Hasil itu diraih dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di babak 32 besar, Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1. Kini mereka siap menantang Brasil.

Meski Brasil lebih diunggulkan, ada rekor buruk yang membayangi. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Brasil tidak pernah menang. Rekor ini menjadi perhatian serius bagi Carlo Ancelotti. Namun ia memilih tetap optimis. Performa anak asuhnya selama turnamen dinilai semakin solid.

"Kami telah bekerja dengan baik. Performa kami terbukti di lapangan, tetapi kami tidak boleh cepat puas karena kami ingin bermain lebih baik lagi. Kami ingin tampil di level tertinggi," kata Ancelotti.

Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedua tim. Brasil ingin memutus rekor buruk melawan Norwegia. Sementara Norwegia ingin melanjutkan kejutan mereka di Piala Dunia 2026. Siapa yang akan melaju ke perempat final? Semua akan terjawab di MetLife Stadium.

Piala Dunia 2026BrasilNorwegiababak 16 besarCarlo AncelottiErling Haalandrekor pertemuanMetLife Stadium

Komentar

Memuat komentar...