Makan Larut Malam Perlahan Rusak Ginjal
Gambar atau konten salah?
Ginjal sering dianggap hanya sebagai alat penyaring alami tubuh. Padahal, organ yang bentuknya mirip kacang ini punya tugas yang lebih luas. Ginjal membuang zat sisa, menjaga keseimbangan mineral, mengatur tekanan darah, dan ikut mengendalikan beberapa proses metabolisme.
Kesehatan ginjal ternyata tidak cuma soal berapa banyak air yang diminum. Ada faktor lain yang ikut menentukan, yaitu kapan seseorang makan. Makan larut malam, misalnya, sudah jadi kebiasaan umum. Tapi kebiasaan ini bisa mengganggu fungsi ginjal.
Tubuh manusia mengikuti jam internal yang disebut ritme sirkadian. Jam ini mengatur kapan kita tidur, kapan hormon bekerja, bagaimana metabolisme berjalan, bahkan seberapa efisien organ-organ berfungsi. Dr Himesh Gandhi, konsultan Uro-Onkologi dan Direktur Bedah Robotik, menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengacaukan jam internal tubuh. Ritme sirkadian yang mengatur metabolisme, hormon, dan fungsi organ jadi terganggu.
Penelitian menunjukkan, makan terlalu larut malam berkaitan dengan kontrol gula darah yang lebih buruk, resistensi insulin, kenaikan berat badan, dan tekanan darah tinggi. Semua kondisi ini adalah faktor risiko utama untuk penyakit ginjal kronis.
Ginjal mengandung jutaan pembuluh darah kecil. Gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi perlahan-lahan merusak filter-filter ini. Proses kerusakannya sering tidak bergejala. Saat gejala akhirnya muncul, kerusakan yang sudah terjadi bisa cukup parah.
Makan dalam porsi besar pada pukul 22.30 atau 23.00 bukan cuma soal pencernaan. Kebiasaan ini bisa memicu perubahan metabolisme jangka panjang yang secara bertahap memberi tekanan ekstra pada ginjal.
Apa yang terjadi dalam tubuh setelah makan besar saat larut malam?
Makan besar tepat sebelum tidur memaksa sistem tubuh bekerja lebih keras. "Makan besar di malam hari bisa menyebabkan gula darah tinggi dan trigliserida darah tinggi yang berlangsung lebih lama. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi, yang selanjutnya memberi tekanan pada ginjal," kata Dr Gandhi.
Kesehatan metabolisme yang buruk dan penyakit ginjal saling terkait erat. Penderita diabetes dan tekanan darah tinggi menyumbang sebagian besar kasus penyakit ginjal kronis di seluruh dunia.
Ginjal memiliki jutaan pembuluh darah kecil. Gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi perlahan merusak filter-filter ini. Prosesnya sering tidak menimbulkan gejala. Begitu gejala muncul, kerusakan yang signifikan mungkin sudah terjadi.
Makan berat pada pukul 22.30 atau 23.00 bukan cuma soal pencernaan. Kebiasaan ini bisa berkontribusi pada perubahan metabolisme jangka panjang yang secara bertahap memberi tekanan ekstra pada ginjal.
Lalu, apa yang terjadi dalam tubuh setelah makan besar saat larut malam?
Makan besar tepat sebelum tidur membuat sistem tubuh bekerja lebih keras. "Makan besar di malam hari bisa menyebabkan gula darah tinggi dan trigliserida darah tinggi yang berlangsung lebih lama. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi, yang selanjutnya memberi tekanan pada ginjal," kata Dr Gandhi.
Kesehatan metabolisme yang buruk dan penyakit ginjal sangat berkaitan. Penderita diabetes dan tekanan darah tinggi menyumbang sebagian besar kasus penyakit ginjal kronis di dunia.
Kapan waktu yang tepat untuk makan di malam hari?
Tidak ada waktu makan malam yang cocok untuk semua orang. Tapi para ahli umumnya sepakat: makan lebih awal lebih baik daripada makan tepat sebelum tidur. "Jika memungkinkan, makan malam sebaiknya dilakukan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur," kata Dr Gandhi.
Jeda waktu itu memberi tubuh kesempatan untuk mencerna makanan dan menstabilkan kadar gula darah sebelum tidur. Asupan yang seimbang—sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat—biasanya lebih mudah dicerna oleh metabolisme tubuh.
Makan besar pada pukul 22.30 atau 23.00 bisa memengaruhi lebih dari sekadar pencernaan. Kebiasaan ini juga bisa berkontribusi pada perubahan metabolisme jangka panjang yang secara bertahap memberi tekanan ekstra pada ginjal. Prosesnya sering tidak menimbulkan gejala. Ketika gejalanya muncul, kerusakan yang signifikan mungkin sudah terjadi.
Singkatnya, ginjal bukan organ yang bekerja sendiri. Kesehatannya dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kapan kita makan. Makan lebih awal dan memberi jeda waktu sebelum tidur bisa membantu menjaga ginjal tetap bekerja dengan baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Makan Larut Malam Perlahan Rusak Ginjal
Paraguay Bermain Kasar, Wasit dan VAR Dikritik
IKN Dorong Ekonomi PPU Tumbuh 19,9 Persen
Penjual Ayam Goreng Rumahan Kena Denda Rp8,8 Juta Gegara Bau
Pengamanan Digandakan Jelang Meksiko vs Inggris
Klopp Setuju Latih Timnas Jerman
Suporter Meksiko Gempur Hotel Timnas Inggris
Kode Redeem Genshin Impact 1 Juli 2026: Klaim Hadiah Gratis Sekarang
Ahli Gizi: Batas Aman Makan Durian Cukup 2-3 Biji
