BRIN: Sampah Makanan 115‑184 kg per Kapita, Tantangan Pangan

Ratna D. · 2 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
BRIN: Sampah Makanan 115‑184 kg per Kapita, Tantangan Pangan

Gambar atau konten salah?

Badannya Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa sampah makanan, atau food loss and waste, masih berada di angka tinggi di Indonesia. Menurut tinjauan BRIN, menekan angka ini dapat membantu mengatasi masalah produksi pangan.

Arif Satria, kepala BRIN, menyatakan bahwa food loss and waste di Indonesia mencapai 115‑184 kilogram per kapita per tahun. Ia menegaskan bahwa jika angka tersebut dapat ditekan, negara akan lebih mampu menangani persoalan produksi. “Untuk meningkatkan produktivitas, itu tidak semata dengan meningkatkan produksi, tapi dengan menekan food waste, kita sudah bisa. Karena food waste kita itu 115 sampai 184, artinya pangan yang terbuang, pangan yang jadi sampah,” ungkap Arif.

Ucapan tersebut datang di acara Ketahanan Pangan Untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan di Kempinski, Jakarta, pada 10 Juni 2026. Di sana, Arif menambahkan bahwa food loss and waste terjadi di seluruh negara dan mencapai sepertiga pangan dunia. Ia menekankan bahwa penanganan masalah ini juga dapat meningkatkan produksi, mengingat sampah pangan dari proses produksi mencapai 11%.

“Jadi dari produksi di sawah itu 11%. Jadi kalau kita panen, itu 11% hilang. Kenapa? Kita masih panen secara tradisional kebanyakan,” terangnya. Ia juga menyebutkan bahwa penganan food loss and waste di Indonesia setara memberi makan sekitar 61 hingga 125 juta orang. Selain itu, penanganan ini dapat mengurangi emisi dan menekan kerugian hingga Rp 500 triliun.

“Kita bisa ngasih makan 61‑125 juta orang. Kita bisa menekan emisi. Kita bisa mengatasi kerugian Rp 200‑Rp 500 triliun. Ini adalah dampak kalau food loss and waste saja, ini kita bisa atasi dengan baik,” pungkasnya.

Dengan data yang disajikan, BRIN menegaskan pentingnya upaya menurunkan sampah makanan. Penurunan food loss and waste tidak hanya menghemat sumber daya, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan dampak lingkungan serta kerugian ekonomi yang signifikan.

sampah makananBRINketahanan panganemisikerugian ekonomiproduktivitas

Komentar

Memuat komentar...