Buaya 1,5 Meter Dievakuasi dari Drainase Palu
Gambar atau konten salah?
Seekor buaya sepanjang 1,5 meter berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu, Sulawesi Tengah. Reptil ini membuat warga sekitar gelisah setelah ditemukan masuk ke dalam saluran drainase di pemukiman.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Mangga, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat. Evakuasi berlangsung pada Kamis sore, 9 Juli 2026. Begitu kabar menyebar, warga berdatangan dan berkerumun untuk menyaksikan proses penangkapan buaya tersebut.
Komandan Regu Rescue Damkarmat Kota Palu, Umarlolo Lasira, menjelaskan kronologi penanganan. "Laporan kami terima sekitar pukul 16.01 Wita. Tim Rescue kemudian bergerak ke lokasi pada pukul 16.05 Wita," katanya kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026.
Sesampainya di tempat kejadian, petugas langsung bertindak. Keselamatan personel dan warga sekitar menjadi prioritas utama. Beberapa warga ikut membantu mengamankan area sekitar agar proses evakuasi berjalan tanpa hambatan berarti.
Proses evakuasi berlangsung hati-hati. Posisi buaya yang berada di dalam saluran drainase menyulitkan petugas. Butuh waktu hampir dua jam sebelum satwa itu akhirnya bisa diamankan tanpa cedera.
Damkarmat Kota Palu mengerahkan sembilan personel dalam operasi ini. Satu unit armada rescue juga disiapkan. Setelah berhasil dievakuasi, buaya tersebut untuk sementara ditempatkan di Pos Penyelamatan Damkarmat Kota Palu.
"Masih di Pos Penyelamatan, karena penangkaran di BKSDA masih penuh," ujar Umarlolo. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa liar sendirian jika menemukannya di lingkungan permukiman. Warga diminta segera melapor ke petugas agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan aman.
Sebelumnya, buaya itu pertama kali terlihat di Jalan Mangga 2, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Warga yang melihat langsung menghubungi Damkarmat Palu untuk melaporkan kemunculan hewan tersebut.
Petugas Damkarmat Palu, Andika, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah dua kali melakukan pencarian setelah menerima laporan awal dari warga. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. "Sudah dua kali kami ke sana, tetapi hasil pencarian masih nihil," kata Andika.
Kejadian ini menunjukkan bahwa satwa liar seperti buaya kadang memasuki area pemukiman, terutama jika habitat alaminya terganggu. Keberadaan saluran drainase di dekat permukiman bisa menjadi jalur masuk bagi hewan-hewan tersebut. Respons cepat dari petugas dan kerja sama warga menjadi kunci dalam menangani situasi seperti ini tanpa menimbulkan korban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
