BULOG Cetak Laba Pertama dalam Sejarah, Proyeksi Rp 1,14 Triliun

Fajar H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BULOG Cetak Laba Pertama dalam Sejarah, Proyeksi Rp 1,14 Triliun

Gambar atau konten salah?

Perum BULOG menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan jajaran pemerintah atas berbagai kebijakan yang telah mendukung peran perusahaan sebagai operator pangan nasional. Ucapan apresiasi ini secara khusus ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Sekretaris Negara.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 pada 29 Juli 2026. Aturan ini secara resmi menaikkan margin penugasan BULOG menjadi 7 persen, atau setara dengan Rp 970. Angka ini melonjak jauh dibandingkan skema sebelumnya yang hanya sekitar Rp 50. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keberlanjutan tugas publik yang diemban BULOG.

Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan bunga perbankan untuk pembiayaan operasional BULOG. Langkah ini menghasilkan efisiensi fiskal bagi negara sebesar Rp 1,07 triliun. Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan dukungan pemerintah menjadi fondasi penting bagi transformasi BULOG. Menurutnya, perusahaan bisa menjadi lembaga pangan negara yang lebih profesional, sehat secara finansial, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Dukungan penuh Bapak Presiden beserta jajaran pemerintah merupakan energi besar bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja. Kebijakan-kebijakan strategis yang diberikan tidak hanya memperkuat pelaksanaan penugasan pemerintah, tetapi juga menciptakan tata kelola yang semakin sehat sehingga BULOG dapat menjalankan fungsinya secara berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," ujar Rizal dalam keterangan tertulis pada Senin, 03 Agustus 2026.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, BULOG memproyeksikan kinerja keuangan yang semakin positif. Hingga akhir tahun 2026, perusahaan berpotensi membukukan laba sebesar Rp 1,14 triliun. Jika tercapai, ini akan menjadi laba pertama sepanjang sejarah berdirinya BULOG. Capaian ini dinilai sebagai tonggak penting transformasi perusahaan dan mencerminkan lompatan signifikan dalam penguatan tata kelola, efisiensi, serta keberlanjutan bisnis.

Rizal menambahkan bahwa penguatan kondisi keuangan akan dikembalikan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. BULOG berencana menambah dukungan terhadap biaya operasional pemeliharaan gudang, memperkuat sistem penyimpanan komoditas pangan, serta menambah sumber daya manusia yang bertugas dalam pengawasan mutu di seluruh rantai penugasan. Langkah ini dilakukan agar seluruh komoditas pangan yang dikelola dan disalurkan BULOG tetap memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Ke depan, BULOG berupaya terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dukungan pemerintah yang semakin kuat diharapkan menjadi fondasi bagi BULOG untuk terus menjalankan penugasan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan demi mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

Sepanjang sejarahnya, BULOG belum pernah mencatatkan laba. Proyeksi laba Rp 1,14 triliun pada 2026 menjadi sinyal bahwa kebijakan pemerintah mulai berdampak pada kesehatan finansial perusahaan. Kenaikan margin penugasan dari Rp 50 menjadi Rp 970 per unit memberikan ruang fiskal yang lebih besar. Efisiensi dari keringanan bunga perbankan juga menambah modal kerja. Semua ini menunjukkan bahwa perubahan regulasi dan dukungan anggaran menjadi faktor utama di balik perbaikan kinerja BULOG.

BULOGmargin penugasankenaikanswasembada pangankebijakan pemerintahlaba pertamaefisiensi fiskal

Komentar

Memuat komentar...