Bulog Disambut Pujian, Serapan Beras Capai 99 Persen

Ayu W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bulog Disambut Pujian, Serapan Beras Capai 99 Persen

Gambar atau konten salah?

Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) memberikan pujian atas kerja Bulog dalam mengelola ketahanan pangan di Indonesia. Hingga saat ini, Bulog sudah berhasil menyerap lebih dari 3,9 juta ton beras, atau sekitar 99 persen dari target yang diberikan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN, M Khoerur Roziqin, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari tugas Bulog dalam pengadaan pangan. Tugas tersebut mencakup seluruh proses, dari awal hingga akhir, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan sepanjang tahun.

"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum Bulog untuk hadir bagi petani," kata Khoerur dalam keterangan tertulis pada Selasa, 22 September 2026.

Dari sisi pengadaan, serapan Bulog berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras. Hasil pengadaan ini kemudian menjadi bagian dari cadangan beras pemerintah. Ini juga memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Khoerur menjelaskan bahwa penyerapan hasil panen tidak hanya soal mencapai target pengadaan pemerintah. Lebih dari itu, serapan tersebut memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani. Di saat yang sama, ini memperkuat cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan nasional.

"Setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," jelasnya.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai berperan penting dalam menjaga harga beras tetap terjangkau di tingkat konsumen. Bulog telah menyelesaikan penyaluran Bantuan Pangan untuk periode Februari-Maret 2026 dengan tingkat penerimaan mencapai 99,7 persen.

Sebanyak 662 ribu ton beras dan 133 ribu liter minyak goreng sudah diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan periode Juli-September 2026 sudah mencapai 682 ribu ton, atau 68,44 persen dari pagu sebesar 997 ribu ton.

Selanjutnya, Bulog kembali mendapat tugas dari pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026. Rencananya, penyaluran akan mencapai 997 ribu ton beras.

Khoerur mengatakan BP BUMN mendukung penugasan ini karena Bulog memiliki cadangan beras dari hasil serapan dalam negeri.

"BP BUMN mendukung penuh penugasan penyaluran Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 kepada Perum Bulog, dengan cadangan beras hasil serapan dalam negeri yang kuat, kami yakin Perum Bulog mampu menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. BP BUMN akan terus mengawal agar pelaksanaannya berjalan optimal," ujar Khoerur.

Penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan hingga akhir tahun. Pelaksanaan program ini juga akan diawasi oleh pemerintah dalam hal distribusi bantuan kepada penerima.

Menurut Khoerur, keberhasilan Bulog tidak lepas dari sinergi yang solid dengan berbagai pihak. Ini termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Badan Pangan Nasional, BP BUMN, TNI, dan Polri.

"BP BUMN akan terus mendukung Perum Bulog dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, demi mewujudkan swasembada pangan," pungkasnya.

Bulog terus menjalankan peran sebagai lembaga pangan negara. Dengan serapan gabah dan beras yang hampir mencapai target, perusahaan ini menjadi jembatan antara petani dan kebutuhan pangan nasional. Program bantuan pangan yang berjalan sepanjang 2026 menunjukkan bagaimana pemerintah berusaha menjaga harga dan ketersediaan beras, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bulogketahanan panganserapan berasbantuan panganstabilitas hargapetanicadangan beras

Komentar

Memuat komentar...