Menteri Perdagangan Akhirnya Buka Suara soal Rak Beras Premium Kosong

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Perdagangan Akhirnya Buka Suara soal Rak Beras Premium Kosong

Gambar atau konten salah?

Menteri Perdagangan Budi Santoso akhirnya buka suara soal rak-rak beras premium yang kosong di berbagai toko ritel modern. Menurutnya, kekosongan ini berkaitan dengan kasus beras fortifikasi yang saat ini tengah diselidiki oleh Kementerian Pertanian dan aparat penegak hukum.

Budi menjelaskan, Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog sebelumnya sudah berjanji akan segera mengisi kembali pasokan beras di pasaran. "Kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog, kan akan men-supply beras," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada 22 September 2026.

Tapi kenyataan di lapangan berkata lain. Sejumlah ritel modern masih mengalami kekosongan stok. Budi berencana menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk Bulog, untuk mencari solusi. "Nanti coba kami komunikasikan ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan masuk beras di retail modern," tambahnya.

Pantauan pada 19 September 2026 menunjukkan, stok beras premium di beberapa ritel modern benar-benar kosong. Di Alfamidi Pondok Ranji, Tangerang Selatan, misalnya, tidak ada satu pun beras premium yang tersisa. Yang ada hanya satu kantong beras SPHP ukuran 5 kilogram.

Kondisi serupa terjadi di Indomaret Jalan Raya Jombang. Di sana, stok beras yang tersedia hanyalah SPHP Bulog. Untuk jenis premium, hanya ada merek Punokawan milik Bulog ukuran 10 kilogram.

Sebelumnya, Perum Bulog mengaku sudah mengirimkan beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan meminta Bulog menambah pasokan beras premium hingga 300.000 ton. Tujuannya agar stok di ritel modern tidak lagi kosong. "Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," ujarnya di kediamannya, Jakarta Selatan, pada 21 September 2026.

Amran membantah ada kelangkaan beras premium. Ia menegaskan stok beras masih melimpah di pasaran, terutama di pasar tradisional. Kekosongan di toko ritel modern, menurutnya, ada hubungannya dengan kasus beras fortifikasi yang masih diselidiki.

Jadi, meskipun pemerintah dan Bulog mengklaim pasokan beras aman, kenyataan di ritel modern menunjukkan hal berbeda. Kasus beras fortifikasi yang sedang diselidiki ikut mempengaruhi distribusi. Sementara itu, pasar tradisional disebut masih memiliki stok yang cukup.

kelangkaan beras premiumritel modernBeras FortifikasiBulogpasokan berasMenteri Perdagangandistribusi

Komentar

Memuat komentar...