Pertamina Lampaui Target Emisi Semester I 2026
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina (Persero) melaporkan hasil program pengurangan emisi karbon pada paruh pertama tahun 2026. Angkanya melampaui target yang ditetapkan perusahaan. Realisasi pengurangan emisi karbon mencapai 118 persen dari target awal.
Data ini tercantum dalam laporan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun berjalan. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan langkah ini adalah bentuk nyata penerapan prinsip ESG di semua lini bisnis perusahaan.
"Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060," ujar Baron dalam keterangan tertulisnya, Selasa 22 September 2026.
Selain dekarbonisasi, kinerja bisnis rendah karbon Pertamina pada periode Januari hingga Juni 2026 juga menembus angka 101 persen dari target. Keberhasilan ini didukung oleh penguatan program bioetanol, biofuel, dan efisiensi energi yang dijalankan secara konsisten.
"Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan," kata Baron. Optimalisasi program-program strategis tersebut terbukti mampu mendongkrak performa perusahaan secara berkelanjutan.
Berbagai inisiatif keberlanjutan lain seperti sustainable procurement dan pemberdayaan masyarakat juga mencatatkan hasil positif. Secara keseluruhan, kinerja tata kelola perusahaan pada sektor ini berhasil melampaui target hingga menyentuh angka 102 persen.
"Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan," terang Baron. Aspek tata kelola yang transparan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Integrasi prinsip ESG yang konsisten ini mengokohkan posisi Pertamina sebagai perusahaan peringkat pertama dunia untuk sub-industri Integrated Oil and Gas. Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), perusahaan mengantongi skor B untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air.
"Berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan. Bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis," kata Baron. Perusahaan bertekad untuk terus memperluas cakupan program hijau di masa mendatang.
Dalam pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina kini fokus menggenjot pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan biogasoline. Realisasi penjualan biogasoline melalui pencampuran bioetanol lima persen pada bensin RON 95 tercatat mencapai 23.280 kiloliter sepanjang semester I 2026.
Berbagai prestasi mentereng tersebut suks mengantar Pertamina memborong empat penghargaan utama di ajang KESGI Award 2026. Penghargaan bergengsi dari Katadata ESG Sustainability Insight ini diserahkan di Sudirman Hall, Jakarta, pada Kamis 17 September lalu.
Pertamina berhasil melampaui target pengurangan emisi karbon di semester pertama 2026. Capaian ini didorong oleh program bioetanol, biofuel, dan efisiensi energi. Perusahaan juga fokus mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan biogasoline. Kinerja ini mengantarkan Pertamina meraih penghargaan di ajang KESGI Award 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Perdagangan Akhirnya Buka Suara soal Rak Beras Premium Kosong
Satgas BLBI Berakhir, Penagihan Dilimpahkan ke DJKN
ANTAM Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Keuangan
Djaka Bea Cukai Datangi Istana, Bungkam soal Temui Prabowo
Menkeu Buka Suara soal Strategi Penagihan BLBI Terbaru
Harga Minyak Naik, Mendag Khawatirkan Neraca Dagang