Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Catat Keindahan Kota Baru

Yanto K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Catat Keindahan Kota Baru

Gambar atau konten salah?

Di Jombang, para kepala desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo terinspirasi oleh panorama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur. Rasa penasaran ini memicu mereka untuk mengatur perjalanan ke kota masa depan tersebut.

Di antara 11 kepala desa yang ikut pelesiran, Kepala Desa Banjarsari Basyaruddin Saleh menonjol sebagai yang paling antusias. Ia mengatakan bahwa rencana wisata ke IKN sudah muncul sejak Mei 2026, ketika para pemimpin desa mulai membayangkan keindahan dan fasilitas kota baru.

Setiap tahun, Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo biasanya menghabiskan kas desa untuk perjalanan. Kali ini, IKN menjadi tujuan utama. Mereka berangkat setelah mendapatkan izin cuti dari pemerintah daerah.

“Jadi, waktu itu awalnya spontan mau wisata ke mana, lalu kami satu pemikiran ingin ke IKN karena ingin membuktikan keindahan IKN,” terangnya kepada wartawan pada Rabu (17 Juni 2026).

Setelah izin cuti disetujui, rombongan berangkat pada Selasa (9 Juni) dan menginap dua malam di IKN. Selama dua hari, mereka mengunjungi berbagai destinasi di kompleks kota, mulai dari titik nol IKN, kawasan Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga halaman Istana Presiden.

“Saya datang langsung melihat ke Istana Presiden. Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol,” ungkap Basyaruddin.

Menurutnya, IKN dipilih sebagai tujuan wisata karena rasa penasaran akan keindahan serta sebagai kenang‑kenangan selama menjabat kepala desa. Ia menegaskan, “Tujuannya ya memang ingin tahu karena penasaran dengan IKN. Kami kan sama-sama pejabat negaranya, masa kami endak tau istana negara yang baru. Itu saja, tidak ada motif lain,” jelasnya.

Basyaruddin menegaskan bahwa tidak ada penggunaan anggaran negara untuk pelesiran ini. Semua biaya ditanggung oleh kas paguyuban, yang dikumpulkan dari iuran rutin anggota setiap rapat hari Rabu sebesar Rp 200.000/orang. Ia menambahkan, “Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi,” tandasnya.

Perjalanan ini menegaskan bahwa para kepala desa tidak hanya mengandalkan dana publik, tetapi juga berinisiatif menggunakan sumber daya lokal untuk menelusuri dan mempromosikan potensi IKN. Dengan demikian, mereka mengukir pengalaman baru sekaligus memperkuat hubungan antar pemimpin desa di wilayah tersebut.

Ibu Kota NusantaraKepala DesaBandar KedungmulyoKalimantan TimurWisata IKNPaguyuban Kepala DesaIstana Presiden

Komentar

Memuat komentar...