Danantara Bond US$1,5 Miliar Oversubscribe 3 Kali, Yield 5,35%

Ratna D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Danantara Bond US$1,5 Miliar Oversubscribe 3 Kali, Yield 5,35%

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan bahwa minat investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia tetap kuat. Penerbitan obligasi Danantara senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,55 triliun (kurs Rp 17.704) mendapat respons positif di pasar global.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa obligasi global ini mengalami oversubscribe tiga kali lipat. Puncak pemesanan mencapai US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 81,40 triliun. Hal ini menandai tingginya minat investor internasional terhadap surat utang Danantara.

Obligasi tersebut dibagi menjadi dua tenor. Surat utang tenor lima tahun dengan yield 5,35 % berhasil menghimpun dana sebesar US$ 750 juta. Surat utang tenor sepuluh tahun dengan yield 5,95 % juga menghimpun dana sebesar US$ 750 juta. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa investor bersedia menanggung imbal hasil yang kompetitif.

“Kami bisa closing di, yang lima tahun di 5,35%, yang 10 tahun di 5,95%. Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi, dan ini terbukti, dan ini real, ya,” ungkap Rosan dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Senin, 15 Juni 2026.

“Bond kita ini memang sangat sukses, dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah. Karena kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi, ini tidak mereka minta. Bahkan kita lihat yield-nya sangat-sangat kompetitif sekali,” tambah Rosan.

Rosan juga membuka ruang untuk menerbitkan obligasi global dengan tenor tiga puluh tahun, mengingat tingginya minat investor. “Rencananya kita kalau menerbitkan obligasi, kita akan lihat bisa sampai yang 30 tahun, karena appetite-nya itu sangat besar juga, karena mereka melihat bahwa, ya, Indonesia ini growth-nya ini relatif stabil. Iya memang ada naik turunnya, itu memang dalam cycle selalu ada, apalagi di tengah tension geopolitik, geoekonomi, itu adalah hal-hal yang memang selalu ada dalam cycle ekonomi kita,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerbitan obligasi ini membantah anggapan banyak pihak bahwa instrumen Danantara tidak akan laku. “Yield obligasi Danantara juga lebih rendah dari yang diperkirakan pasar.”

Obligasi global Danantara ini diketahui memiliki dua tenor dengan imbal hasil di bawah perkiraan pasar. Pertama untuk surat utang tenor lima tahun dengan yield 5,35 % berhasil menghimpun dana sebesar US$ 750 juta. Kedua surat utang tenor sepuluh tahun dengan yield 5,96 % berhasil menghimpun dana sebesar US$ 750 juta.

“Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia, ini tinggi, dan ini terbukti, dan ini real ya, dan ini real. Kenapa? Karena tanggal 11 Juni 2026 kemarin kita sudah signing, dan tanggal 18 Juni 2026 dana-nya akan masuk ke dalam rekening Danantara,” pungkasnya.

Berita ini juga mendapat sorotan media asing, termasuk Bloomberg, yang menulis judul “Danantara Sells Dollar Bond, a Win for Prabowo After Rout.”

Penerbitan obligasi ini menegaskan bahwa minat investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia tetap tinggi. Kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia tetap kuat, dan hasil yang dicapai menunjukkan bahwa yield yang ditawarkan kompetitif dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi penerbitan obligasi jangka panjang di masa depan, menjanjikan lebih banyak opsi bagi investor global dan memperkuat posisi Danantara sebagai pemain utama di pasar obligasi internasional.

Danantaraobligasi globalminat investor asingyieldtenoroversubscribeekonomi Indonesia

Komentar

Memuat komentar...