IHSG Mencatat Kenaikan 17,09% Minggu, Net Foreign Sell Tinggi

Endah K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Mencatat Kenaikan 17,09% Minggu, Net Foreign Sell Tinggi

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 17,09 % sepanjang perdagangan minggu terakhir. Indeks ini menguat setelah sebelumnya menekan dan mencapai level terendah 5 342,13 pada 08 Juni 2026. Menurut data RTI Business, IHSG berada di level 6 254,96 pada penutupan perdagangan 15 Juni 2026.

Meski indeks naik, aksi jual bersih investor asing tetap tercatat. Pada 15 Juni 2026, net foreign sell mencapai Rp 105,86 miliar. Selama lima hari terakhir, total net foreign sell di pasar modal Indonesia mencapai Rp 5,98 triliun.

Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menilai bahwa penguatan IHSG tidak otomatis menandakan kembalinya dana asing. “Rebound signifikan IHSG tidak serta‑merta berarti kembalinya dana asing ke dalam negeri,” ungkap Valdy. Ia menegaskan bahwa net foreign sell di pasar modal Indonesia mencapai Rp 67,34 triliun sepanjang tahun 2026.

Valdy juga menyoroti bahwa investor masih menunggu hasil peninjauan dua lembaga besar penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE. Pengumuman hasil peninjauan tersebut dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa “Pekan depan masih terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian utama, yaitu Global Market Accessibility Review dari MSCI (19 / 6) dan rebalancing indeks FTSE (19 / 6) yang kemungkinan besar akan mempengaruhi pergerakan IHSG di pekan depan.”

Di sisi lain, beberapa saham konglomerat menguat tajam seiring kenaikan IHSG. Saham-saham ini mengalami tekanan luar yang tinggi setelah pengumuman MSCI dan FTSE. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa saham-saham tersebut dianggap memiliki valuasi menarik setelah mengalami downtrend. Ia menyoroti bahwa harga saham menurun cukup dalam, sehingga sekarang menjadi peluang.

Contoh konkret: emiten kongsi Grup Bakrie dan Salim menguat hingga 24,53 % ke harga Rp 660 per saham pada perdagangan 15 Juni 2026. Prajogo Pangestu PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA) menguat 13,51 % ke Rp 2 100 per saham. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) milik Grup Djarum naik 13,37 % ke Rp 390 per saham. Sementara itu, saham plat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatat kenaikan 9,82 % ke Rp 3 130 per saham.

Nafan menambahkan, “Dengan adanya saham‑saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan pada periode‑periode sebelumnya, begitupun juga terdapat katalis positif dari merdaya risiko geopolitik global, maka valuasi saham‑saham tersebut sudah sangat menarik bagi investor untuk melakukan akumulasi.” Ia menilai bahwa hal ini mencerminkan awal kembalinya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, foreign buy mulai terlihat meski tidak signifikan terhadap pasar modal Indonesia.

Wawan Hendrayana, Direktur Infovesta Utama, menyoroti bahwa indeks saham Garuda sendiri telah berada di bawah nilai wajar atau oversold saat menembus level 5 400 beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, “IHSG sendiri memang sudah oversold di saat menyentuh 5 400 an dan saat ini sedang dalam fase rebound.” Namun, ia mengingatkan bahwa IHSG masih dibayangi aksi ambil keuntungan bagi investor jika terjadi sentimen negatif.

Sentimen negatif tersebut dapat berasal dari meningkatnya eskalasi AS‑Iran hingga FOMC pekan ini. Wawan juga menegaskan bahwa kenaikan IHSG ditopang oleh kesepakatan damai kedua negara tersebut. Kesepakatan itu membuka harapan dibuka kembali Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak dunia, yang dapat menurunkan tekanan subsidi dan fiskal bagi Indonesia. Ia menutup dengan, “Tentu saja dengan kenaikan yang signifikan dalam satu minggu, sangat mungkin akan terjadi profit taking bila katalis negatif datang.”

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan rebound setelah periode tekanan, namun aksi jual bersih investor asing tetap tinggi. Peninjauan indeks MSCI dan FTSE pada 19 Juni 2026 menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan pasar di pekan berikutnya. Beberapa saham konglomerat mengalami kenaikan tajam, menandakan bahwa valuasi yang sudah terkoreksi menarik bagi investor. Meskipun ada indikasi awal kepercayaan asing mulai kembali, risiko profit taking dan sentimen geopolitik masih menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar.

IHSGnet foreign sellMSCIFTSEreboundgeopolitiksaham konglomeratinvestor asing

Komentar

Memuat komentar...