Chery Resmi Akuisisi Pabrik Nissan di Afrika Selatan
Gambar atau konten salah?
Pabrik mobil bekas milik Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan, kini resmi berganti kepemilikkan. Chery, produsen mobil asal China, telah menyelesaikan proses akuisisi pada Jumat, 03 Juli 2026. Nilai transaksi jual beli ini mencapai jutaan dolar Amerika Serikat. Uang tersebut akan digunakan untuk merenovasi dan menambah mesin-mesin produksi baru.
Chery berencana memulai produksi kendaraan untuk pasar Afrika Selatan pada pertengahan tahun 2027. Perusahaan menargetkan Afrika Selatan sebagai pusat kegiatan manufaktur, ekspor, riset dan pengembangan, hingga pusat operasi regional untuk seluruh benua Afrika. Informasi ini dikutip dari kantor berita Reuters.
Dalam kesepakatan ini, Chery berkomitmen untuk mempertahankan 692 karyawan yang sudah bekerja di pabrik tersebut. Operasional pabrik nantinya diperkirakan akan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja baru. Lapangan kerja ini mencakup sektor langsung di pabrik, rantai pasokan, dan jasa terkait lainnya.
Wakil Presiden Chery Auto, Charlie Zhang, menyampaikan pernyataan pada Sabtu, 04 Juli 2026. "Tujuan jangka panjang kami adalah mengubah pabrik Rosslyn menjadi pusat otomotif lengkap dengan penelitian dan pengembangan, operasi rantai pasokan, dan pelatihan, yang mendukung perluasan kehadiran Chery dan tujuan melampaui 100.000 penjualan kendaraan tahunan di Afrika Selatan," ujar Zhang.
Langkah ekspansi ini tidak lepas dari tekanan di pasar domestik China. Chery menghadapi persaingan ketat dan kelebihan kapasitas produksi di negaranya sendiri. Kondisi itu mendorong perusahaan untuk mempercepat ekspansi ke luar negeri. Tujuannya mencari pertumbuhan baru, memperluas jejak manufaktur, dan meningkatkan penjualan global.
Pada tahap awal, pabrik Rosslyn akan memproduksi seri Jetour T. Proses produksi mencakup model T1, Jaecoo J5, dan SUV Chery Tiggo 4. Khusus untuk Jaecoo J5, akan tersedia dalam dua varian: mesin pembakaran internal (ICE) dan kendaraan energi baru (NEV).
Zhang sebelumnya juga menyebutkan investasi jutaan dolar untuk meningkatkan fasilitas dan utilitas pabrik sebelum produksi dimulai. Chery menargetkan produksi sebanyak 15.000 unit kendaraan selama fase awal di kuartal ketiga dan keempat tahun 2027.
Chery juga telah meluncurkan program untuk mencapai 40% kandungan lokal pada tahap awal produksi. Perusahaan saat ini sedang melakukan survei terhadap pemasok tingkat 1. Selain itu, Chery berencana mendatangkan pemasok dari China, terutama untuk komponen kendaraan listrik.
Akuisisi ini menandai langkah strategis Chery di Afrika Selatan. Dengan memanfaatkan pabrik eks Nissan, Chery tidak hanya memperkuat basis produksi tetapi juga membuka peluang ekspor ke seluruh Afrika. Komitmen mempertahankan karyawan lama dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru menunjukkan investasi ini berdampak langsung pada perekonomian lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Transmart Gelar Full Day Sale 5 Juli, Diskon hingga 50+20%
Pengemudi Singapura Didenda Rp 88 Juta Isi Bensin Subsidi di Johor
Diskon 60%+20% Sepeda Transmart Hari Ini
PMI di Zona Kontraksi, Indonesia Ketinggalan dari Vietnam yang Naik Kelas
Kembali Rekrut Karyawan, Perusahaan Besar Akui AI Tak Sempurna
Bulog Dukung Penuh Swasembada Pangan Nasional
Berita Terbaru
Chery Resmi Akuisisi Pabrik Nissan di Afrika Selatan
Tuduhan Pesta Liar, Federasi Senegal Tempuh Jalur Hukum
Transmart Gelar Full Day Sale 5 Juli, Diskon hingga 50+20%
Lahan 4 Hektar di Karangasem Hangus Terbakar, Sempat Dekat Pemukiman
Warga Medan Utara Keluhkan Empat Masalah ke Wali Kota
Paraguay vs Prancis: David Lawan Goliath di 16 Besar
Video Bocor: Microsoft Uji OS AI Tanpa Start Menu