Demak: MBG Terkacau, E. Coli Terdeteksi, 134 Pasien Keracunan

Kartika D. · 2 min baca · 29 hari lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Demak: MBG Terkacau, E. Coli Terdeteksi, 134 Pasien Keracunan

Gambar atau konten salah?

Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu makanan bergizi gratis (MBG) yang menyebabkan keracunan di Demak sudah keluar.

Hasilnya, sampel makanan dan air positif mengandung bakteri Escherichia Coli (E Coli).

Sampel tersebut diambil dari MBG yang disajikan di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.

“Monggo dianalisis sendiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak, Ali Maimun, setelah mengirimkan file hasil uji laboratorium kepada pihak terkait.

Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah meneliti beberapa item menu dan menemukan positif E Coli.

Item yang terdeteksi antara lain nasi goreng, acar, jeruk baby, telur ceplok, dan tahu goreng dalam ompreng.

Sampel diambil pada Minggu, 19 April 2026.

UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkesda Demak juga menguji sampel air di SPPG tersebut.

Parameter MPN Coliform dengan metode tabung ganda per 100 mililiter air contoh uji menghasilkan angka 10 dan 11 pada masing-masing sampel.

Parameter E Coli dengan metode biakan dan identifikasi per 100 mililiter air contoh uji menghasilkan angka 8 dan 11 pada masing-masing sampel.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, acuan standar baku mutu pada air semestinya menunjukkan angka nol sebagai standar normal.

Dengan demikian, sampel air yang diambil dari SPPG tersebut tidak sesuai standar normal atau terkontaminasi MPN Coliform dan E Coli.

“Sementara diberhentikan, dengan sejumlah perbaikan untuk bisa operasional lagi dan tidak tahu kapan akan operasional lagi, selama perbaikan belum terpenuhi,” kata Muzani Ali Shodiqin, Korwil SPPG Kabupaten Demak.

“Sudah dari seminggu lalu, sudah pulang semua,” ujar Muzani.

Dinas Kesehatan Daerah mencatat setidaknya ada 134 orang yang diduga keracunan menu MBG dari SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani.

Untuk rawat inapnya ada 68 pasien dan rawat jalannya 66 pasien, sehingga ada 134 orang. (Selain dari Desa Pilangwetan, ada tambahan korban) dari Solowire sama Prigi,” kata Ali Maimun saat ditemui awak media di kantornya, Senin, 20 April 2026.

“Paling banyak itu di Pesantren Asnawiyyah, kemudian Pesantren Bustanul Quran, kemudian yang satu Hidayatul Mubtadiin,” lanjutnya.

Ratusan pasien baik rawat inap maupun rawat jalan tersebar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Demak dan Grobogan.

Menurut Ali, kondisi pasien yang dirawat inap masih bisa tertangani dengan baik.

“Alhamdulillah enggak ada yang serius (kondisi pasiennya), belum ada info yang serius yang kami terima. Jadi masih masih bisa dikondisikan, bisa dikelola dengan baik,” ujar Ali.

Menu nasi goreng, telur ceplok, tahu, acar, jeruk, dan susu kotak tersebut diberikan pada Sabtu, 18 April 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Heri Winarno, mengatakan setidaknya ada 6 orang golongan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Balita 2 anak, ibu dengan anak 3 orang di RS PKU Gubug, dan satu ibu menyusui di RS Getas Pendowo,” kata Heri saat dimintai konfirmasi, Senin, 20 April 2026.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan dan air di fasilitas publik, serta tanggung jawab lembaga kesehatan dalam menilai risiko dan menanggulangi keracunan.

Keracunan MBGEscherichia coliDemakSPPG Yayasan Khidmatul Ummah MadaniDinkesdaPengujian LaboratoriumPasien Rawat Inap

Komentar

Memuat komentar...