Disfungsi Ereksi: Alarm Dini Penyakit Jantung

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Disfungsi Ereksi: Alarm Dini Penyakit Jantung

Gambar atau konten salah?

Banyak pria menganggap disfungsi ereksi hanya soal urusan ranjang. Tapi para dokter punya pandangan berbeda. Mereka memperingatkan, gangguan ini bisa jadi alarm awal untuk penyakit yang jauh lebih serius.

Bukan berarti disfungsi ereksi langsung menyebabkan penyakit lain. Lebih tepatnya, kondisi ini bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan hormonal, masalah pembuluh darah, atau kelainan metabolik yang belum terdeteksi. Yang paling perlu diwaspadai adalah kaitannya dengan jantung.

Ahli jantung Michael Joseph Blaha dari Johns Hopkins Medicine menjelaskan, "Disfungsi ereksi sering kali merupakan petunjuk adanya penyakit jantung yang mendasarinya." Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Sebuah meta-analisis dari tujuh studi kohort menemukan fakta mencengangkan: pria dengan disfungsi ereksi memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan pria yang tidak mengalaminya.

Jantung bukan satu-satunya organ yang terkait. Masalah ereksi juga sangat umum ditemukan pada pasien kanker pankreas dan pengidap diabetes mellitus. Angkanya cukup besar — diperkirakan lebih dari 50 persen pria dengan diabetes mengalami gangguan ereksi. Penyebabnya adalah disfungsi vaskular atau metabolik sistemik.

Ada hal menarik yang ditemukan para peneliti. Gangguan ereksi ini sering muncul sebelum kelainan metabolik terdiagnosis secara medis. Artinya, disfungsi ereksi bisa menjadi gejala awal yang sangat berguna untuk mendeteksi masalah resistensi insulin. Tim ilmuwan dalam sebuah ulasan ilmiah di Spanyol menjelaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar komplikasi dari diabetes tipe 2, melainkan juga penanda klinis awal dari penyakit kardiometabolik. Semakin cepat gejala ini dikenali, semakin efektif penanganan kedua kondisi tersebut.

Ahli urologi dari Mayo Clinic, Tobias Köhler, yang ikut menyusun rekomendasi konsensus klinis, menegaskan bahwa disfungsi ereksi harus dipandang lebih serius. Menurutnya, ini bukan sekadar masalah 'kualitas hidup'. Ini adalah masalah kesehatan kardiovaskular yang butuh perhatian medis segera.

Intinya, pria tidak boleh mengabaikan gangguan ereksi. Bukan hanya karena mengganggu kehidupan seksual, tapi karena bisa jadi itu adalah cara tubuh berteriak minta tolong — memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam, terutama di jantung dan pembuluh darah.

disfungsi ereksipenyakit jantungdiabetesresistensi insulinpenanda kliniskardiovaskularkardiometabolik

Komentar

Memuat komentar...