Bisnis Ayam Goreng Irwan Hidayat Berawal dari Hobi

Dewi M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bisnis Ayam Goreng Irwan Hidayat Berawal dari Hobi

Gambar atau konten salah?

Irwan Hidayat, sosok yang selama puluhan tahun identik dengan kesuksesan Sido Muncul, ternyata punya alasan sederhana di balik keputusannya membuka restoran ayam goreng. Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik perusahaan jamu itu memulai bisnis kuliner bernama Bima Yamgor pada akhir 2021. Bukan karena riset pasar atau peluang bisnis yang menggiurkan, melainkan karena satu hal: kesukaan pribadi.

"Saya kalau membuat bisnis itu ya yang saya sukai. Saya suka olahraga tenis, padel, ya saya buat lapangan. Suka nginep di hotel, saya bikin Hotel Tentrem. Karena saya suka makan ayam goreng, saya bikin restoran Bima," kata Irwan saat berbincang di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan, pada Jumat, 03 Juli 2026.

Semua yang ia jalani, menurut Irwan, berawal dari sesuatu yang benar-benar ia nikmati. Jika tidak suka, ia memilih untuk tidak membuat atau menjual produk itu. "Saya enggak mau bikin rumah sakit, karena saya tidak suka sakit, ha-ha-ha," seloroh pria kelahiran Yogyakarta, 23 April 1947, itu.

Selepas salat Jumat, ada kesempatan untuk mencicipi beberapa menu di Bima Yamgor yang terletak di lantai dua House of Jamu, kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Ayam goreng balado bagian paha dan sayur asem menjadi pilihan. Sementara rekan lain mencoba ayam bakar dan sop buntut.

Potongan ayam di restoran ini tidak terlalu besar. Lapisan luarnya renyah dan gurih. Dagingnya memiliki tekstur yang sedikit mengingatkan pada ayam kampung, tetapi lebih empuk dan juicy. Bumbu tradisional yang digunakan terasa kuat.

Sambal balado yang disajikan tampak merah menyala. Tapi bagi yang terbiasa dengan makanan pedas, sensasinya masih tergolong ringan. Karena itu, tambahan sambal bawang dalam mangkuk kecil dipesan sebagai pelengkap. Sambal bawang itu dinikmati bersama lalapan berupa irisan tomat, mentimun, dan kol. Ada juga semangkuk sayur asem dengan cita rasa sedikit manis yang pas di lidah.

Saat jam makan siang, hampir seluruh meja di restoran itu terisi pengunjung. Beruntung, ada tempat di ruang VIP berkapasitas sekitar 20 orang yang dilengkapi penyejuk ruangan.

Popularitas Bima Yamgor ikut terdongkrak setelah aktor Nicholas Saputra menyebut restoran tersebut dalam kanal YouTube Ngobrol Sore Semaunya episode 198 yang tayang pada 28 Agustus 2025. "Gua nemu ayam goreng enak banget di Jakarta Selatan, dekat rumah. Ayam Goreng Bima di Cipete Raya," ujar Nicholas. Dalam perbincangan itu, ia beberapa kali memuji ayam goreng favoritnya. "Ayam goreng rempah. Ketemu rasa otentik Indonesia, krispinya pas, sambalnya enak," katanya.

Irwan memastikan testimoni pemeran utama film Ada Apa dengan Cinta? itu sepenuhnya organik. Ia menegaskan tidak pernah meminta Nicholas mempromosikan restorannya. Tidak ada bayaran atau kerja sama khusus.

Selain ayam goreng, Bima Yamgor juga menyajikan berbagai menu Nusantara. Ada ayam bakar cabe, ayam bakar kecap, empal goreng, iga bakar, lidah cabe hijau, selat Solo, bakmoy, pecel sayur, hingga nasi goreng kampung.

Soal nama "Bima", Irwan mengatakan inspirasinya berasal dari tokoh pewayangan Jawa. Ia berharap merek tersebut bisa sesukses Kuku Bima, merek minuman energi produksi Sido Muncul. Dalam pewayangan, Bima dikenal sebagai sosok yang gagah berani, kuat, tabah, jujur, dan teguh memegang prinsip. "Selain itu, ternyata setelah saya cari-cari, Bima itu koki. Waktu dia bunuh orang Kurawa, kan dicari. Dia melarikan diri. Nah, di dalam pelarian dia mencari nafkah dengan menjadi juru masak," tandas Irwan.

Bagi Irwan, bisnis bukan sekadar soal untung. Ia memulainya dari hal-hal yang ia sukai. Dari tenis, hotel, hingga ayam goreng. Semua berawal dari kesenangan pribadi, bukan dari kalkulasi pasar yang rumit. Dan ternyata, pendekatan sederhana itu bisa membawanya pada kesuksesan di berbagai bidang.

Irwan HidayatSido MunculBima Yamgorayam gorengbisnis kulinerkesukaan pribadiNicholas Saputra

Komentar

Memuat komentar...