Dolar Menguat, Harga LPG Subsidi Tetap Stabil Terjaga
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menguat terhadap rupiah. Pada 18 Mei 2026, sekitar pukul 09.10 WIB, data Bloomberg menunjukkan dolar berada di Rp 17.658, naik 61 poin (0,35%).
Pertanyaan muncul apakah kenaikan nilai tukar ini akan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjawab bahwa harga LPG subsidi 3 kg tidak akan berubah meski rupiah melemah.
ESDM mengingat bahwa pada tahun 2025 porsi impor LPG mencapai 80,58% dari kebutuhan nasional, dan pada Februari 2026 porsi tersebut telah naik menjadi 83,97%.
“Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap enggak ada (Perubahan),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman pada 18 Juni 2026.
Sementara itu, La Ode menegaskan bahwa belum dapat memastikan harga BBM karena masih fluktuatif. Ia berkata, “Kayaknya itu saya belum bisa jawab ya, soalnya posisi grafiknya kan lagi gini nanti saya salah jawab,” dan menambahkan, “Ya kan sudah diumumkan pak menteri. (Sampai akhir tahun enggak berubah?) Enggak berubah,”.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM dan LPG 3 kg. Dengan demikian, meski dolar menguat, harga subsidi tetap dijaga, sementara harga BBM masih tergantung pada dinamika pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
