Dua Anakan Harimau di Kebun Binatang Bandung Meninggal Virus

Ayu W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Dua Anakan Harimau di Kebun Binatang Bandung Meninggal Virus

Gambar atau konten salah?

Huru dan Hara, dua anak harimau Benggala, meninggal di Kebun Binatang Bandung pada 26 Maret 2026. Kedua satwa terjangkit virus panleukopenia yang diyakini dibawa oleh indukannya.

Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildranaya, menyatakan bahwa proses nekropsi sedang berlangsung. “Dari analisa sementara, virus tersebut bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk genetika,” ujarnya. Ia menambahkan, “Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor. Penularan bisa terjadi dari banyak sumber, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar.”

Detail penyebab kematian Huru dan Hara akan diumumkan secara resmi pada 29 Maret 2026. Namun, gejala awal sudah terlihat: keduanya mengalami diare dan kesulitan mengkonsumsi pakan. “Secara teori, anak satwa memang lebih rentan terhadap infeksi. Ada kemungkinan juga penularan dari induk, namun hal ini masih perlu pendalaman lebih lanjut,” ungkap Ery.

Petugas segera memindahkan kedua anakan ke kandang karantina dan melakukan penanganan intensif. “Kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” kata Ery. “Namun, saat terlihat adanya penurunan kondisi pada anakan, petugas segera melakukan isolasi ke kandang karantina dan melakukan penanganan intensif, termasuk upaya diagnosis untuk menentukan terapi yang tepat.”

Tim Medis BBKSDA Jabar, dipimpin drh Agnisa, mengonfirmasi hasil rapid test. “Huru dan Hara dinyatakan positif terjangkit virus panleukopenia. Saat gejala mulai muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis secara pasti. Sampel yang diambil dari feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan tersebut,” pungkasnya.

Meski sudah mendapatkan penanganan, kedua harimau tidak dapat diselamatkan. Situasi ini menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan hewan di kebun binatang dan perlunya prosedur karantina yang ketat.

Harimau BenggalaVirus PanleukopeniaKebun Binatang BandungKarantinaInfeksiGenetikaInduk Anakan

Komentar

Memuat komentar...