Dua Pekerja Tertimpa Marmer Dua Ton di Klaten

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dua Pekerja Tertimpa Marmer Dua Ton di Klaten

Gambar atau konten salah?

Sebuah kecelakaan kerja terjadi di sebuah perusahaan furniture di Jalan Mlese-Trucuk, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten. Dua orang karyawan tertimpa lempengan marmer yang beratnya mencapai sekitar 2 ton saat sedang menurunkan muatan dari atas truk. Proses evakuasi kedua korban membutuhkan waktu dan bantuan peralatan khusus karena beban marmer yang sangat berat.

Korban dalam insiden ini adalah Sriyanto (35 tahun) dan Ogi (33 tahun). Tim dari regu 2 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 14.20 WIB. Nanda Surya M, salah satu personel yang bertugas di lokasi, menjelaskan bahwa saat itu ada laporan dua karyawan yang tertimpa muatan marmer.

"Karyawan yang sedang menurunkan muatan tidak sengaja muatan jatuh. Muatannya jatuh menimpa bawah lutut," ungkap Nanda kepada wartawan di lokasi kejadian pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore hari.

Setibanya di lokasi, tim Damkar langsung melakukan asesmen terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena berat benda yang menimpa korban sangat besar. Proses evakuasi dimulai dengan mengangkat marmer yang menimpa kedua karyawan tersebut.

"Kita lakukan pembukaan agar beban yang menimpa bisa diangkat ke atas. Butuh waktu sekitar 20 menit karena beratnya muatan antara 1-2 ton," jelas Nanda lebih lanjut.

Meskipun menggunakan peralatan yang ada, tim tidak menemui kendala berarti selama proses evakuasi. "Kalau kendala tidak ada meskipun dengan peralatan yang ada. Bisa dievakuasi dan dibawa ke RSI," imbuhnya.

Sumino, yang menjabat sebagai Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, menyatakan bahwa proses evakuasi dan penanganan selesai pada pukul 15.15 WIB. Ia memberikan keterangan lebih rinci mengenai kronologi kejadian.

"Bisa dievakuasi selamat dibawa ke RS. Dari keterangan sebelumnya karyawan menurunkan marmer, setelah sebelas marmer turun selanjutnya akan menurunkan marmer yang ke 12," terang Sumino.

Menurut penjelasan Sumino, saat forklift bergerak ke belakang, terjadi gesekan. Akibatnya, marmer yang berada di sebelah kanan menimpa Ogi yang berada di posisi paling depan. Ogi sempat mencoba menghindar, tetapi tetap tertimpa sedikit. Sementara itu, Sriyanto mengalami kondisi yang lebih parah karena tertimpa marmer di bagian kedua kakinya.

"Tertimpa marmer di bagian kedua kaki serta kaki kanan posisi menekuk sehingga mengeluarkannya meminta bantuan personel Damkar. Sekitar satu jam karyawan bisa diselamatkan dari posisi terjepit," lanjut Sumino.

Kondisi kedua korban setelah dievakuasi cukup berbeda. "Sriyanto luka kaki memar, lemas, sadar, rawat jalan RSU Islam Klaten. Yang satu luka kaki kanan memar, lemas, sadar, rawat jalan RSI," jelas Sumino.

Dwi Sutomo, yang menjabat sebagai HRD di perusahaan tersebut, memberikan penjelasan tambahan. Ia mengatakan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WIB saat proses penurunan muatan sedang berlangsung. Menurut dugaan awal, penyebabnya adalah penjepit pada forklift yang kurang kencang.

"Karena penjepitnya kurang kenceng atau apa sehingga menimpa muatan yang lain. Dua orang, satu terjepit sedikit sedikit, satunya kita minta bantuan Damkar," kata Dwi.

"Muatannya marmer. Marmer itu mau diturunkan," imbuhnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan kerja, terutama saat menangani muatan yang sangat berat. Meskipun kedua korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, insiden ini menunjukkan bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja jika peralatan tidak berfungsi dengan sempurna atau jika ada kelalaian dalam proses kerja.

kecelakaan kerjamarmerevakuasiDamkarKlatenforkliftkeselamatan kerja

Komentar

Memuat komentar...