5 Makanan Paling Tidak Disukai: Ikan Teri, Hati Sapi, Durian
Gambar atau konten salah?
Selera makan memang beragam. Ada makanan yang dianggap lezat, ada pula yang dianggap tidak enak atau bahkan dibenci. Beberapa hidangan terkenal di dunia justru menjadi contoh makanan yang paling tidak disukai. Berikut daftar lima makanan tersebut, lengkap dengan alasan mengapa banyak orang tidak menyukainya.
-
Ikan teri – Ikan kecil ini sering menjadi bahan tambahan pada nasi goreng, nasi liwet, atau tumis sayur di Indonesia. Di luar negeri, ikan teri juga dipakai sebagai topping pizza atau pasta. Namun, di Amerika, ikan teri menduduki posisi teratas dalam daftar makanan yang tidak disukai. Rasa umami yang kuat, rasa asin yang mendominasi, dan aroma amis menjadi alasan utama. Selain itu, ikan teri biasanya masih utuh, lengkap dengan kepala dan mata, yang bagi sebagian orang terlihat tidak menggugah selera.
-
Hati sapi atau hati hewan lain – Hati, baik sapi, ayam, atau unggas, dapat diolah menjadi tumis, bakar, atau masakan dengan bumbu khas. Menurut survei YouGov, sekitar dua dari lima orang Amerika menyatakan mereka benar-benar membenci hati, bahkan lebih banyak daripada ikan teri dan sarden. Tekstur yang kenyal dan rapuh, serta aroma amis, menjadi faktor penolak. Karena hati berfungsi sebagai penyaring racun, banyak orang ragu mengonsumsinya. Dari sisi kesehatan, hati mengandung lemak dan kolesterol tinggi, sehingga penderita hiperlipidemia disarankan menghindarinya.
-
Durian – Dijuluki “Raja Buah”, durian sangat populer di Asia Tenggara. Namun, durian juga dikenal sebagai buah dengan bau paling menyengat di dunia. Sebuah studi di Journal of Agricultural and Food Chemistry mengidentifikasi 44 senyawa kimia yang menghasilkan aroma durian, termasuk madu, bawang bombai panggang, belerang, karamel, telur busuk, kubis busuk, hewan sigung, dan buah sekaligus. Kombinasi aroma ini dianggap mengganggu bagi yang tidak terbiasa. Karena bau menyengat, durian dilarang dibawa di beberapa transportasi umum dan hotel. Di Singapura, pelanggaran dapat dikenai denda hingga $400 USD (sekitar Rp 7 jutaan). Selain bau, tekstur daging durian yang tebal dan lembek, menyerupai pasta atau mentega kental, membuat beberapa orang tidak nyaman saat mengunyah.
-
Cilantro (daun ketumbar) – Daun ketumbar sering digunakan dalam masakan Vietnam dan hidangan lainnya. Bagi sebagian orang, rasa segar dan aromanya menyenangkan. Namun, bagi yang lain, cilantro terasa seperti sabun. Daun ini mengandung senyawa organik aldehida, yang juga diproduksi dalam pembuatan sabun. Kecenderungan genetik membuat cilantro menjadi herba paling kontroversial di dunia kuliner, memicu perdebatan antara chef dan penikmat makanan.
-
Sarden – Ikan sarden mudah ditemukan dan praktis diolah. Namun, tidak semua orang menyukainya. Aroma amis kuat berasal dari minyak alami ikan. Proses pengalengan dapat menambah bau menyengat. Sarden biasanya dikemas utuh, masih menyisakan sisik, dan dagingnya lembek. Banyak yang menganggap sarden sebagai makanan kaleng murah. Dari sisi kesehatan, sarden sering dikategorikan sebagai makanan ultra proses (UPF) dengan kandungan garam dan natrium tinggi.
Setiap makanan di atas memiliki karakteristik unik yang membuatnya tidak disukai oleh sebagian besar orang. Faktor rasa, aroma, tekstur, dan bahkan persepsi kesehatan berperan penting. Beberapa makanan, meski populer di satu wilayah, dapat dianggap tidak enak atau dibenci di tempat lain. Perbedaan budaya dan kebiasaan makan menjadi penentu utama bagaimana suatu hidangan diterima atau ditolak. Meskipun demikian, setiap makanan tetap memiliki tempatnya dalam dunia kuliner, tergantung pada preferensi individu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
