Kafe Blue Butter Palagan Menyuguhkan Kucing Raksasa Elon
Gambar atau konten salah?
Yogyakarta, kota budaya yang ramai, kini menambah satu tempat nongkrong yang menjadi sorotan media sosial: kafe Blue Butter di Palagan. Kafe ini tidak hanya menarik karena kopi dan pastry-nya, tetapi juga karena seekor kucing raksasa bernama Elon yang dapat bergerak, mengeong, dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Pengalaman kami dimulai ketika putra bungsu kami, yang baru saja lulus Sekolah Dasar, meminta kami mampir ke sana. Kami memutuskan untuk mengunjungi cabang di Palagan, bukan di Malioboro, karena kami mendengar cerita tentang antrean yang sangat panjang di sana.
"Kami sampai lebih sejam antre, lho. Akhirnya balik kanan. Biarin saja anak-anak pada mewek," kata Iki Putri, mantan wartawati televisi swasta di Jakarta yang kini menetap di Yogyakarta bersama dua anak perempuannya. Ia mengingatkan kami bahwa di cabang Malioboro, antrean bisa memakan waktu satu jam atau lebih.
Oleh karena itu, pada 14 Juni 2026 malam, kami memilih cabang Palagan. Di sana, sistem antrean terasa lebih ringan. Waktu tunggu sekitar 10 hingga 15 menit. Sebelum berfoto dengan Elon, setiap pengunjung diminta membeli satu aneka pastri atau minuman terlebih dahulu. Setelah itu, kasir memberikan nomor antrean. Sistem ini tidak terasa kaku; pengunjung masih bisa melihat Elon dari dekat dan sesekali berfoto dari kejauhan.
Mayoritas pengunjung malam itu adalah keluarga muda yang datang bersama anak-anak balita. Beberapa bahkan membawa kakek dan nenek mereka. Saat giliran mendekat, rasa penasaran memicu beberapa anak untuk mengelus bulu Elon. Ada pula yang diam-diam menarik kumisnya pelan‑pelan, membuat orang tua mereka buru‑buru mencegah sambil tertawa malu. Di meja lain, seorang remaja tampak serius menyorongkan iPhone ke arah Elon. Sang nenek sempat menepis lengannya karena khawatir menghalangi jalan pengunjung lain. Namun si cucu langsung memberi isyarat dengan telunjuk di depan bibirnya. "Ssst..."
Di tengah keramaian, perhatian saya tertuju pada deretan makanan dan minuman yang tersaji di meja. Kami memilih Bomboloni Tiramisu dan pizza. Harganya relatif ramah, di kisaran Rp15 ribu hingga Rp35 ribu. Untuk minuman, kami mencoba Korean Brown Sugar Latte dan Blue Butter Cheese Cream Coffee Latte.
Korean Brown Sugar Latte menawarkan rasa manis yang cukup nyaman dengan karakter susu yang lembut. Sementara Blue Butter Cheese Cream Coffee Latte terasa lebih kaya berkat lapisan cheese cream yang memberikan sentuhan gurih pada kopi. Saat pesanan datang, saya membisiki istri agar menghangatkan bomboloni dan pizza terlebih dahulu. Blue Butter menyediakan dua unit microwave yang bisa digunakan sendiri oleh pengunjung. Fasilitas sederhana ini ternyata cukup membantu. "Hangatin dulu saja," bisik saya.
Selain menikmati makanan, saya sempat melihat seekor lalat sesekali melintas di area kafe. "Buat jaga‑jaga saja. Lagian lebih enak kalau masih panas." Aroma roti yang keluar terasa lebih menggoda. Pizza pun lebih nikmat disantap saat kejunya masih hangat.
Tak sampai satu jam, setelah semua menu selesai dinikmati dan si bungsu puas berfoto serta membuat video bersama Elon, kami kembali ke penginapan. Pengalaman ini menjadi tambahan kenangan keluarga kami di Yogyakarta, selain kunjungan ke Lava Tour Merapi.
Dengan catatan sederhana, Blue Butter di Palagan menawarkan kombinasi unik antara makanan enak dan hiburan kucing raksasa. Antrean singkat, sistem pembayaran yang fleksibel, dan fasilitas microwave membuat kunjungan ini nyaman bagi keluarga muda. Kucing Elon menjadi daya tarik utama, sementara menu yang terjangkau menambah nilai tambah bagi pengunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
