Ekspor listrik Singapura terhambat, butuh 1-1,5 tahun

Endah K. · 1 min baca · 2 hari lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Ekspor listrik Singapura terhambat, butuh 1-1,5 tahun

Gambar atau konten salah?

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa rencana ekspor listrik ke Singapura belum dapat dimulai pada tahun ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang diperlukan akan memakan waktu minimal satu hingga satu setengah tahun.

"Tidak (bisa dilakukan tahun ini). Bangun fasilitasnya butuh waktu setidaknya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," kata Airlangga pada konferensi pers di kantor pusatnya, Jakarta Pusat, pada 09 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi teknis bersama Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Tujuannya adalah agar pada pertemuan pemimpin, implementasi MoU yang telah ditandatangani tahun lalu dapat finalisasi.

"Saya pikir untuk hal ini, kami masih evaluasi dengan Menteri ESDM. Harapannya, saat pertemuan pemimpin tadi, kita bisa finalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani tahun lalu," tambah Airlangga.

Perjanjian ekspor listrik ke Singapura menargetkan 3 gigawatt (GW) dan diumumkan dalam pertemuan Leaders' Retreat antara Prabowo Subianto dan Lawrence Wong.

Setelah pengumuman tersebut, Bahlil Lahadalia menyebut total investasi ekspor listrik mencapai US$ 10 miliar.

"Total investasinya minimal dalam perhitungan kami yang kami sudah bangun ini sekitar US$ 10 miliar, minus kawasan industri," ujar Bahlil pada 16 Juni 2025.

Rencana ekspor listrik ke Singapura masih dalam tahap evaluasi teknis dan pembangunan infrastruktur, sehingga belum dapat dimulai pada tahun ini.

Airlangga Hartartoekspor listrik Singapurainfrastrukturevaluasi teknisMoU3 GWUS$ 10 miliar

Komentar

Memuat komentar...