Elektrum 16,5 Karat Ditemukan di Candi Losari
Gambar atau konten salah?
Di dasar Candi Losari, Magelang, para pekerja pemugaran menemukan sebuah kepingan logam berwarna kekuningan. Kepingan tersebut ternyata memiliki nilai lebih dari sekadar estetika; ia dianggap memiliki fungsi spiritual pada zaman dahulu.
Laboratorium Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah menguji sampel logam tersebut. Hasilnya menunjukkan kandungan 16,5 karat, setara dengan emas murni. Logam ini kemudian dinamai elektrum, yaitu campuran emas, perak, tembaga, dan unsur logam lain.
Junawan, penanggung jawab rekonstruksi Candi Losari, menjelaskan hasil laboratorium: “Namanya elektrum perpaduan emas dan perak dan tembaga serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat,” ujarnya pada Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Junawan, kepingan logam ini berfungsi sebagai sumber energi spiritual bagi candi, membantu menghidupkan roh atau jiwa kedewaan. “Sederhananya sebagai sumber energi spiritualnya suatu candi untuk menghidupkan roh/jiwa kedewaan,” tambahnya.
Di area candi, selain logam kekuningan, ditemukan kotak peripih berisi logam tersebut dan peripih lain yang berisi biji-bijian, batu mulia, atau bahkan lempeng logam bertuliskan. Junawan menambahkan: “Seharusnya ada (tiap candi), biasanya biji-bijian, batu-batu mulia. Terkadang juga lempeng logam bertulis,” ujarnya.
Ukuran kepingan logam diukur: panjang 18,25 cm, lebar 11,02 cm, tinggi 0,11 cm, dan berat 0,1117 gram. Kepingan ini ditemukan pada pemugaran yang dimulai pada Februari 2026 dan berlangsung hingga Oktober 2026.
Selain kepingan logam, dua arca Dewa Surya juga ditemukan pada pemugaran yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026. Semua artefak, termasuk dua arca dan logam kekuningan, kini disimpan di kantor BPK Jateng di Bugisan, Prambanan, Klaten.
Penemuan ini menambah pemahaman tentang praktik spiritual dan material pada zaman candi. Logam yang dianggap setara emas 16,5 karat menunjukkan tingkat keahlian metalurgi yang tinggi di masa lalu, sekaligus memberi gambaran tentang peran logam dalam ritual keagamaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dean Huijsen di Bali, Tidak Dipanggil Timnas Spanyol 2026
Perang Pandan Tenganan: Tradisi Daya Tarik Wisatawan
Nasi Jaha Manado: Hidangan Khas dengan Aroma Smoky dan Pedas
Kebakaran Bukit Sempana: 25 Pendaki Evakuasi, Tanpa Korban
Bandung Zoo Pindah Pengelola: Faunaland Kontrak 26 Tahun
PAHO Rilis Panduan Kesehatan bagi Wisatawan Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026 di 48,8% Wilayah
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Mbappe Tanpa Gol di Persiapan Piala Dunia 2026, Top Skor LaLiga
UIN Sunan Kalijaga Buka Jalur Mandiri 202 Mar–19 Jun
