Embolo Korban Pertama Aturan VAR 'Mistaken Identity'

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Embolo Korban Pertama Aturan VAR 'Mistaken Identity'

Gambar atau konten salah?

Swiss harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-3 pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu, 12 Juli 2025 pagi WIB itu menyisakan cerita kontroversial. Striker Swiss, Breel Embolo, menjadi pemain pertama yang merasakan dampak aturan baru VAR yang disebut 'mistaken identity'.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal. Gol Argentina dicetak oleh Mac Allister, sementara Ndoye menyamakan kedudukan untuk Swiss. Memasuki babak perpanjangan waktu, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez masing-masing mencetak gol. Hasil ini membawa Argentina melaju ke semifinal dan akan berhadapan dengan Inggris.

Petaka menimpa Swiss pada menit ke-72. Breel Embolo mendapat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Padahal, Embolo sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning sejak menit ke-44 setelah melanggar Paredes.

Kejadian bermula saat Embolo terjatuh setelah kakinya bersentuhan dengan kaki Paredes. Wasit utama Joao Pinheiro awalnya menilai itu sebagai pelanggaran oleh Paredes dan memberikan tendangan bebas untuk Swiss. Namun, ruang VAR memberikan informasi berbeda dan meminta wasit meninjau tayangan ulang.

Setelah melihat rekaman, Pinheiro mendapati bahwa benturan kaki kedua pemain itu terjadi secara tidak sengaja. Sebelumnya, Embolo sudah terjatuh sendiri—yang dinilai sebagai diving—setelah melakukan gerakan berputar. Ia kemudian berpura-pura kesakitan. Pinheiro lantas memberikan kartu kuning untuk Embolo, yang otomatis menjadi kartu merah dan membuatnya diusir dari lapangan.

Aturan baru VAR di Piala Dunia 2026 ini disebut 'mistaken identity'. Aturannya menyatakan bahwa keputusan wasit bisa diubah setelah meninjau tayangan ulang, termasuk untuk memberikan kartu kuning atau merah terkait pelanggaran yang terjadi. VAR kini bisa mengecek situasi yang berpotensi menghasilkan kartu kuning kedua bagi seorang pemain. Sebelumnya, hanya kartu merah langsung yang bisa diperiksa melalui VAR.

Soal kartu kuning karena diving, sebenarnya sudah diatur dalam Laws of the Game. Pasal 12 menyebutkan bahwa seorang pemain bisa mendapat kartu kuning di area mana pun di lapangan jika melakukan diving.

Sebelum kasus Embolo, aturan 'mistaken identity' pernah diterapkan saat Amerika Serikat melawan Paraguay di fase grup. Bek AS, Tim Ream, dibatalkan kartu kuningnya karena ternyata pelanggaran dilakukan oleh Almiron. Bedanya, Breel Embolo menjadi pemain pertama yang pelanggarannya seharusnya diberikan untuk timnya sendiri, tetapi kemudian dianulir dan berujung kartu kuning kedua untuk dirinya.

Aturan baru ini memberi wasit wewenang lebih luas untuk memperbaiki kesalahan identitas pemain yang melanggar. Namun, konsekuensinya bisa sangat berat—seperti yang dialami Embolo, yang harus meninggalkan timnya dalam laga hidup-mati di Piala Dunia.

SwissArgentinaPiala Dunia 2026VARmistaken identityBreel Embolokartu merah

Komentar

Memuat komentar...