MPLS Jatim Dimulai, Banyak Sekolah Sepi Murid

Cahyo S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
MPLS Jatim Dimulai, Banyak Sekolah Sepi Murid

Gambar atau konten salah?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang SMA dan SMK di seluruh Jawa Timur akan dimulai besok, Senin, 13 Juli 2026. Tahun ajaran 2026/2027 ini, kegiatan tersebut digelar secara serentak. Namun di balik persiapan yang matang, masih ada sejumlah sekolah yang belum kebagian murid.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengakui situasi ini. Ia menyebutkan beberapa daerah yang mengalami kekurangan siswa, antara lain Madura, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, dan Lumajang. Tapi Aries punya cara pandang yang sedikit berbeda. "Bukan kekurangan, tapi memang sekolahnya ada, tapi muridnya yang nggak ada," ujarnya di Surabaya pada Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebenarnya sudah menampung 618.479 siswa untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di Jawa Timur. Angka itu terbilang besar. Tapi Aries belum menghitung secara detail berapa banyak sekolah yang minim jumlah muridnya, baik negeri maupun swasta.

Salah satu penyebab utama, menurut Aries, adalah kurangnya anak berusia 15-16 tahun — usia rata-rata calon siswa SMA. "Mungkin karena batas usianya ya. Karena mungkin habis di daerah sudah banyak yang sudah masuk ke perguruan tinggi atau sudah masuk SMA. Untuk SMP ke SMA jumlahnya terbatas," terangnya.

Ia menambahkan, kuota penerimaan siswa baru tidak bisa dipaksakan. "Nah, itu kan enggak mungkin kita isi. Jadi memang kuotanya disesuaikan dengan jumlah murid yang akan masuk," sambungnya.

Aries juga menegaskan bahwa sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru tingkat SMA/SMK di daerah adalah sekolah negeri, bukan swasta. "Kalau swasta memang kembali lagi bahwa jumlah murid yang kemarin lulus di SMP 613.000. Sedangkan, kebutuhan di tingkat SMA itu 299.000," jelasnya.

Dari data tersebut, terlihat bahwa 60% kebutuhan siswa SMA/SMK negeri di Jawa Timur belum terpenuhi untuk tahun ajaran baru ini. Selain faktor usia, faktor geografis juga ikut berperan. Di beberapa daerah, jumlah siswa kelas 10 SMP bahkan belum mencukupi untuk membentuk satu rombongan belajar (rombel).

"Memang angkatan rendah. Tentu mungkin di tahun berikutnya akan kita lihat pertimbangannya," pungkas Aries.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah kekurangan siswa bukan semata-mata karena sekolah tidak diminati, melainkan lebih kepada berkurangnya jumlah anak usia sekolah di beberapa wilayah. Dengan jumlah lulusan SMP yang hanya 613.000 orang, sementara kebutuhan ideal untuk SMA negeri saja mencapai 299.000, persaingan untuk mengisi bangku kosong di sekolah-sekolah negeri menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur.

MPLSSMASMKJawa Timurkekurangan siswausia sekolahSPMB

Komentar

Memuat komentar...