Pensiunan 59 Tahun Lari 5K dalam 17 Menit
Gambar atau konten salah?
Seorang pria berusia 59 tahun membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berlari kencang. Bambang Suhermanto, seorang pensiunan staf Gubernur Jawa Timur yang kini tinggal di Jakarta, berhasil mencatatkan waktu impresif di ajang Senior Happy Run 5K 2026. Ia menjadi potential winner kedua dengan torehan waktu sekitar 17 menit untuk jarak 5 kilometer. Secara kasar, kecepatan larinya masuk dalam kategori pace '3 kecil' — yang berarti sangat cepat untuk ukuran pelari mana pun, apalagi seusianya.
Bambang tidak menyimpan rahasia khusus di balik pencapaiannya. "Itu berkat latihan aja sih secara konsisten. Sering interval, drill, angkat beban biar ototnya selalu kuat," ujarnya saat ditemui usai perlombaan di Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jakarta Pusat, pada 12 Juli 2026. Ia mulai serius menekuni dunia lari sejak tahun 2023. Sebelumnya, ia sudah memiliki dasar olahraga yang kuat karena pernah aktif bermain voli.
Untuk menjaga performa, Bambang mengaku rutin berlari sekitar 10 kilometer setiap hari. Namun, latihannya tidak monoton. "Itu (10 km per hari) bervariasi. Bisa interval, bisa easy run, bisa drill," jelasnya. Selain latihan, ia juga memperhatikan asupan makanan. Pola makannya terbilang sederhana namun terfokus pada pemulihan otot. "Pola makan biasa. Telur itu yang sering saya konsumsi, susu. (fokus) protein agar cepat mengembalikan (performa)," katanya.
Kecepatan Bambang tidak hanya terbatas pada lari jarak pendek. Ia juga mampu bersaing di ajang lari jarak jauh seperti full marathon. Beberapa perlombaan yang pernah diikutinya antara lain di Singapura, Maybank Bali, Jakim, dan JRF. Catatan waktu pribadi (personal best) untuk marathon adalah 3 jam 40 menit. Angka ini tergolong cepat, terutama untuk pelari yang usianya hampir memasuki kepala enam.
Dari cerita Bambang, terlihat bahwa konsistensi latihan dan pola makan sederhana menjadi kunci utama. Ia tidak mengandalkan metode rumit atau suplemen mahal. Hanya disiplin menjalani rutinitas harian — lari, interval, angkat beban, dan asupan protein dari telur serta susu. Hasilnya, ia mampu mematahkan anggapan umum bahwa kemampuan berlari cepat pasti menurun drastis seiring bertambahnya usia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
